Kamis, 31 Juli 2014

Puluhan Bus Kuno Karimun Potensial Dorong Sektor Pariwisata

Kamis, 10 September 2009 00:33 WIB | 2.914 Views
Bus Pariwisata/ilustrasi (ANTARA/Fanny Octavianus/ama)@
Karimun, Kepri (ANTARA News) - Puluhan bus kuno (bus tua) di Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau merupakan aset berharga yang harus dipertahankan karena potensial dalam mendorong sektor pariwisata di wilayah itu.

"Usia boleh tua, tapi keberadaannya harus tetap dipertahankan agar tidak punah dimakan waktu karena sangat potensial dalam mendorong sektor pariwisata," kata Ketua DPC Organda Karimun, Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Menurut Amirullah, salah satu cara mempertahankan bus kuno itu adalah dengan merawat dan meremajakan onderdil atau memodifikasi tanpa merusak nilai-nilai klasik pada mobil era 50-an itu.

"Modifikasi memang terpaksa dilakukan karena onderdil aslinya sudah tidak ditemukan lagi di pasaran," katanya.

Dia mengatakan, saat ini jumlahnya bus tersebut masih lumayan banyak, sekitar 40 unit dan diharapkan terus bertahan untuk memberikan ciri khas bagi daerah itu.

Campur tangan pemerintah sangat penting untuk melestarikannya, karena angkutan itu menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara (wisman).

"Lihat saja, ketika ratusan pelajar dari Singapura yang datang beberapa waktu lalu, mereka membutuhkan sekitar sepuluh bus untuk membawa mereka ke tempat-tempat wisata," tuturnya.

Bentuknya yang unit mengundang wisatawan untuk naik bas itu, apalagi mereka tidak menemukannya di daerah asal.

Bus tersebut mempunyai konstruksi yang sangat kuno. Kaca depannya terdiri dari dua jendela dengan bingkai kayu yang bisa dibuka tutup.

Dari jauh, bus ini terkesan memakai kacamata. Jok penumpang bus memanjang ke belakang, dan dinaungi oleh atap dan dinding besi buatan lokal yang mirip kubus.

Dia mengungkapkan, bus kuno itu juga menjadi andalan warga pedesaan untuk datang menyaksikan kegiatan keramaian di pusat kota.

"Jumlah angkot dan taksi boleh banyak, tapi bas kuno tetap eksis karena punya pelanggan sendiri, yaitu karyawan sejumlah perusahaan dan anak-anak sekolah," ujarnya.

Ke depan, lanjut dia, Organda akan mengoptimalkan pemanfaatannya dengan memfokuskan sektor pariwisata meski bakal bermunculan angkutan umum yang lebih modern.

"Pemanfaatan itu baru dapat dilakukan terus menerus jika ada peremajaan dan perawatan sehingga tetap aman dan layak pakai," imbuhnya.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2009

Komentar Pembaca
Baca Juga