Yogyakarta (ANTARA News) - Pelaku bom bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, merupakan orang yang tidak berketuhanan dan tidak berperikemanusiaan karena tindakannya jauh dari nilai-nilai ajaran agama, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin.

"Aksi bom bunuh diri tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berketuhanan dan berperikemanusiaan. Islam melarang umatnya untuk bunuh diri," katanya usai peluncuran gerakan shodaqoh sampah di Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY), Selasa.

Menurut dia, sangat keliru jika pelaku bom bunuh diri itu memiliki pemahaman bahwa aksinya tersebut akan mengantarkannya ke surga, karena bukan surga yang didapat tetapi neraka.

Apalagi, tindakan itu memakan korban saudara sendiri sesama umat Islam yang hendak beribadah. Dosa kejahatan aksi bom bunuh diri tersebut pasti bertingkat-tingkat.

Ia mengatakan, generasi muda hendaknya tidak terpengaruh dengan paham-paham sesat yang mengajarkan pembunuhan terhadap saudara sendiri atau melalui tindakan bunuh diri.

"Kami juga minta pemerintah dan aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa tersebut, sekaligus mengungkap aktor intelektualnya," kata Din.

Menurut dia, barangkali banyak motif yang melatarbelakangi aksi tersebut, tetapi diduga tindakan itu juga dimaksudkan untuk mengganggu kehidupan keagamaan umat Muslim di Indonesia.

"Oleh karena itu, sangat mendesak bagi aparat kepolisian untuk melakukan tindakan pencegahan dan pihak intelijen harus bekerja lebih keras sehingga kejadian semacam itu tidak terulang," katanya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011