Paris (ANTARA News) - Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dijadwalkan bertemu Mahmud Jibril, perdana menteri gerakan pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya di Paris, Rabu.

Pernyataan dari Istana Elysee seperti dikutip AFP mengatakan, kedua tokoh itu dijadwalkan bertemu pada pukul 17:45 (15:45 GMT) untuk membicarakan mengenai situasi dan "tugas masyarakat internasional untuk mendukung transisi Libya yang bebas dan demokratis."

Prancis adalah kekuatan besar pertama yang mengakui NTC sebagai pemerintah Libya mendatang dan, dengan Inggris, telah mempelopori koalisi yang dipimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan serangan udara guna mendukung tawaran NTC untuk menggulingkan Muamar Gaddafi yang telah berkuasa selama 42 tahun.

Para pemberontak kini mencapai semua perjuangannya tak terkecuali menguasai ibu kota Tripoli dan pada Selasa mereka menyerbu ke kompleks markas Gaddafi.

Jibril dan NTC kini merencanakan untuk membentuk pemerintah sementara dan mengadakan pemilihan umum dalam tempo delapan bulan mendatang.

Sementara itu Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada Selasa minta kepala dewan pemberontak Libya untuk memastikan bahwa sarana diplomatik di Tripoli dan tempat lainnya dilindungi.

"Abdel Jalil meyakinkannya bahwa Dewan Transisi Negara akan menangani masalah itu dengan sungguh-sungguh," katanya. Jalil adalah ketua Dewan Peralihan Negara (NTC).

Haq juga mengatakan bahwa Ban dijadwalkan mengadakan pertemuan di New York pada Jumat untuk membahas keadaan di Libya.

Ban pada Senin menyatakan pertemuan itu mencakup perwakilan kelompok, seperti Uni Afrika, Liga Arab dan Uni Eropa.

Haq menyatakan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pemulihan pasca-perang di Libya, Ian Martin, di Doha pada Selasa untuk melakukan pembicaraan dengan NTC tentang rencana membangun kembali Libya, dengan badan dunia itu diperkirakan memainkan peran utama.
(AK)

(T.H-AK/C/H-AK/B/B002) 24-08-2011 16:30:07

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2011