Ambon (ANTARA News) - Anak-anak Maluku di perantauan yang tergabung dalam "Grup Mollucas" menyatakan peduli pada anak korban konflik di Ambon 11 September lalu.

Koordinator grups, Evy Siahaya mengatakan, mereka merasakan para anak korban konflik adalah bagian dari sesama anak bangsa Indonesia.

"Jadi kepedulian tersebut diwujudkan dengan mendatangi tempat penampungan pengungsi di Ambon sambil bertukar pikiran untuk mengetahui apa sesungguhnya yang dibutuhkan para pengungsi, terutama anak-anak yang trauma akibat konflik," katanya.

Evy telah mengunjungi tempat pengungsian di pasar Gotong Royong, Sanggar Kegiatan Belajar, bengkel super star, kantor pajak maupun PT Telkom Sabtu kemarin.

"Kami memang tidak bisa merasakan kepahitan hidup sebagaimana dialami para korban konflik tersebut, tapi minimal dengan kehadiran sebagai orang basudara (saudara) turut meyakinkan mereka bahwa tidak sendiri menghadapi masalah tersebut," tandas Evy.

Grup Mollucas yang menghimpun anggota dan simpatisan melalui "facebook" berusaha memotivasi anak-anak aluku untuk menghindari konflik .

"Rasanya sudah saatnya konflik yang memanfaatkan simbol-simbol agama tersebut dihentikan, selanjutnya katong bersatu padu untuk memajukan Maluku dengan berbagai program menyentuh langsung masyarakat," ujar Evy.(*)

L005/E011

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011