Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Uni Eropa (UE) terus meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dan untuk mendukung kemitraannya UE menggelontorkan bantuan 15 juta euro ke berbagai kementerian dan instansi pemerintah di Indonesia.

Bantuan itu merupakan bagian dari Program Dukungan Perdagangan II yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, khususnya di pasar Eropa.

"Uni Eropa berkomitmen memperdalam hubungan perdagangan dengan Indonesia dan melalui TSP II, kami berharap memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar UE dan meningkatkan nilai perdagangan di antara kedua belah pihak di tahun-tahun yang akan datang," kata Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Julian Wilson.

TSP II dikoordinir Kementerian Perdagangan dan melibatkan badan-badan penting pemerintah, di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Standardisasi Nasional, Badan Akreditasi Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Program empat tahun ini dimulai pada 2011, dipusatkan pada penguatan Infrastruktur Kualitas Ekspor Indonesia untuk memperbaiki mutu ekspor Indonesia serta memfasilitasi akses yang lebih baik untuk pasar dengan syarat-syarat standar konsumen seperti Uni Eropa.

"Indonesia dan Uni Eropa mitra strategis dalam perdagangan dan investasi. Indonesia terus meningkatkan pasar bahan-bahan mentah dan industri dengan penambahan nilai di Uni Eropa serta mengembangkan produk-produknya untuk memenuhi kebutuhan pasar melalui penguatan kapasitas para produsen Indonesia," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pada acara Peluncuran Program Dukungan Perdagangan Indonesia-Uni Eropa di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa malam.

Indonesia dan Uni Eropa telah menikmati kemitraan ekonomi yang tumbuh pesat sepanjang lebih dari 30 tahun. Nilai perdagangan antara UE dan Indonesia tahun lalu mencapai lebih dari 32 miliar dolar Amerika Serikat, dan Indonesia menikmati surplus perdagangan mendekati angka 4 miliar dolar AS. Nilai perdagangan antara keduanya diharapkan akan terus meningkat di masa datang.

Di sisi lain Uni Eropa adalah kekuatan ekonomi dunia dan merupakan tujuan ekspor penting bagi Indonesia, hampir mencapai 13 persen dari impor dunia dengan total nilai 2,34 triliun euro pada 2011.

Didukung nilai perdagangan yang solid antara Indonesia-Uni Eropa, kemitraan ekonomi yang berkembang ini akan semakin baik. Kesadaran para konsumen akan produk-produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungkan tumbuh setiap tahunnya yang mengangkat kebutuhan akan produk-produk dari Indonesia. 

Indonesia, diproyeksikan akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada 2030, sudah lebih dari siap untuk mengubah tantangan-tantangan yang ada menjadi peluang-peluang dan meningkatkan penetrasi ekspornya ke pasar UE yang mewakili lebih dari 18 persen dari total perdagangan dunia.