Rabu, 22 Oktober 2014

Kemenkeu: kualitas penyusunan APBN 2014 lebih baik

| 2.394 Views
id apbn, penghematan anggaran, rapbnp. apbnp, kepala bkf, kemenkeu, bambang brodjonegoro
Kemenkeu: kualitas penyusunan APBN 2014 lebih baik
Bambang Brodjonegoro. (FOTO.ANTARA)
Kita ingin APBN sehat. Sehat itu berarti memiliki ruang fiskal memadai,"
Jakarta (ANTARA News) - Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menjanjikan kualitas penyusunan APBN 2014 akan lebih baik, dengan porsi belanja yang tidak membatasi ruang fiskal.

"Kita ingin APBN sehat. Sehat itu berarti memiliki ruang fiskal memadai," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Bambang mengatakan penyusunan APBN tersebut dilakukan dengan alokasi belanja yang sehat, termasuk penetapan subsidi yang lebih tepat sasaran dan penyerapan belanja yang lebih baik.

"Tahun depan `fiscal space` lebih besar, sehingga belanja kementerian lembaga yang benar dan produktif, bisa kembali ke level yang seharusnya," ujarnya.

Ia mengatakan target pertumbuhan ekonomi 2014 yang ditetapkan sebesar 6,4 -- 6,9 persen merupakan angka yang konservatif ditengah perekonomian global yang masih dilanda kelesuan.

Perkiraan angka pertumbuhan tersebut lebih rendah dari angka yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang ditetapkan pada kisaran 7 -- 7,7 persen.

"Pada RPJMN kita ingin 7 -- 7,7 persen, tapi waktu disusun asumsinya tidak ada gangguan global. Sekarang 6,4 persen itu menunjukkan kita berhati-hati, dan 6,9 persen yang menyiratkan optimisme," ujar Bambang.

Sementara, laju inflasi yang ditetapkan pada kisaran 4,5 persen plus minus satu persen, merupakan angka yang optimis, karena tidak adanya kebijakan pemerintah yang menggerus daya beli masyarakat dan menekan ruang fiskal.

"Inflasi kalau tidak ada kebijakan apa-apa, seharusnya bisa kembali ke `base` yang sekitar 4 persen," katanya.

Pemerintah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI telah memaparkan asumsi dasar makro dan kebijakan fiskal tahun depan untuk penyusunan APBN 2014.

Asumsi dasar ekonomi makro tersebut, pertumbuhan ekonomi 6,4 persen --6,9 persen, laju inflasi pada kisaran 3,5 persen -- 5,5 persen, nilai tukar rupiah Rp9.600--Rp9.800 per dolar AS dan tingkat bunga SPN 3 bulan 4,5 persen--5,5 persen.

Kemudian, harga ICP minyak berada pada kisaran 100 dolar AS--115 dolar AS per barel, lifting minyak diperkirakan pada angka 900.000 barel--930.000 barel per hari, serta lifting gas 1.250--1.325 ribu barel per hari.
(T.S034/B/T007/T007) 21-

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga