Kabul (ANTARA News) - Gerilyawan Taliban menembak mati seorang pejabat tinggi Mahkamah Agung di Kabul, Sabtu, kata polisi tentang serangan terkini kelompok garis keras itu di ibu kota Afghanistan tersebut saat pasukan NATO bersiap mengakhiri perang 13 tahun mereka.

Atiqullah Raufi, kepala sekretariat Mahkamah Agung, ditembak mati ketika meninggalkan rumah untuk pergi bekerja.

Taliban sering menargetkan para pejabat Afghanistan serta tentara NATO, kompleks-kompleks asing dan konvoi-konvoi militer.

Serangkaian serangan dalam pekan-pekan belakangan ini meningkatkan kecemasan atas stabilitas negara itu sementara pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat segera mengakhiri missi tempur mereka pada 31 Desember setelah gagal menghentikan pemberontakan Taliban.

"Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, para pria bersenjata yang tidak dikenal menembak mati Atiqullah Raufi ketika ia sedang dalam perjalanan ke kantornya," kata juru bicara kepolisian Kabul Hashmat Stanikzai kepada AFP.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam satu pesan teks yang dikirim ke media mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada Kamis, seorang pembom bunuh diri Taliban meledakkan bom yang dibawanya dihadapan para pengunjung Pusat Kebudayaan Prancis di Kabul, menewaskan seorang warga Jerman dan mencederai 15 orang lainnya.

Beberapa jam sebelumnya,seorang pembom bunuh diri lain menyerang satu bus yang membawa tentara Afghanistan di pinggiran kota itu, menewaskan enam serdadu.

Sasaran lain termasuk seorang wanita anggota parlemen, seorang warga Inggris dan tiga anggota keluarga Afrika Selatan tewas ketika kompleks mereka diserang.

Setelah operasi tempur NATO berakhir, missi lanjutan beranggotakan sekitar 12.500 tentara NATO akan tetap berada di Afghanistan untuk melatih dan mendukung pasukan keamanan lokal yang kini bertanggung jawab memerangi Taliban.

(Uu.H-RN)

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2014