Lagos (ANTARA News) - Tentara Nigeria, yang memerangi pelaku teror di beberapa negara bagian di wilayah timur-lautnya, pada Jumat (10/4) merebut empat kota kecil lagi dari petempur Boko Haram dalam serangan untuk merebut Hutan Sambisa.

Juru Bicara Angkatan Darat Nigeria Kol. Sani Usman mengatakan di dalam satu pernyataan yang diterima Xinhua di Lagos seorang prajurit membayar harga yang sangat mahal sementara 10 lagi menderita luka dengan berbagai kondisi, selama bentrokan itu.

Sejumlah anggota Boko Haram juga tewas dan penyitaan dilakukan, ia menambahkan, sebagaimana diberitakan Xinhua. Ia menyatakan operasi pengepungan, penggeledahan dan pembersihan masih berlangsung di daerah tersebut.

Tentara Nigeria telah mengusir petempur Boko Haram dari berbagai permukiman dan kota kecil di Negara Bagian Borno Utara, Yobe dan Adamawa dalam beberapa pekan belakangan.

Boko Haram meningkatkan serangannya di bagian timur-laut Nigeria, yang dilanda kerusuhan cuma beberapa pekan sebelum negeri itu menjadwal-ulang pemilihan umum.

Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau telah berjanji akan mengganggu pemilihan umum tersebut, yang dikatakan kelompok itu "tak sesuai dengan ajaran Islam", sehingga mendorong dilakukannya penjagaan ketat di berbagai tempat pemungutan suara.

Boko Haram, yang namanya berarti "pendidikan Barat dilarang", menguasai sebagian wilayah di negara bagian di Nigeria Timur-laut dan menyatakan sasarannya ialah menggulingkan Pemerintah Nigeria.

Boko Haram telah mengaku bertanggung-jawab atas sejumlah serangan pemboman dan penembakan mematikan di berbagai wilayah Nigeria sejak kelompok garis keras itu memulai operasinya pada 2009, sehingga menewaskan lebih dari 13.000 orang dan membuat 1,5 juta orang lagi meninggalkan tempat tinggal mereka.

Empat orang tewas pada Sabtu lalu (4/4), ketika beberapa orang yang diduga sebagai anggota Boko Haram menyerbu pasar di desa di dekat kota Maiduguri, Nigeria Timur-laut, kata sumber keamanan.

Sejumlah petempur Boko Haram bersenjata menyerbu desa Kayamla, 20 kilometer dari Maiduguri, Ibu Kota Negara Bagian Borno, yang bergolak, dan menembaki orang-orang di pasar mingguan tersebut, sehingga menewaskan empat pedagang, kata pejabat tinggi keamanan di Maiduguri.

Penyerang juga menjarah toko makanan dan mengambil ternak dari pasar sebelum lari ke hutan, kata pejabat keamanan tersebut, yang meminta tidak disebutkan namanya.

(Uu.C003)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015