Jakarta (ANTARA News) - Menanggapi wacana bela negara, Ketua MPR, Zulkifl Hasan, mengatakan, program yang diusulkan Kementerian Pertahanan tersebut harus memuat materi yang "kekinian".

"Jadi, supaya disesuaikan dengan generasi twitter dan generasi facebook sekarang ini," katanya, usai berpidato di Universitas Muhammadiyah Surakarta, seperti dilansir dari keterangan pers MPR, Jumat.

"Kan beda bela negara tahun dulu, terutama model dan intinya sama, tapi tata caranya  mungkin beda dengan zaman sekarang," kata Hasan. 

Menjawab pertanyaan apakah Indonesia berada dalam kondisi terancam sehingga bela negara itu diperlukan, ia mengatakan, "Terancam sih tidak, tapi sekarang roh kebangsaan mulai luntur. Persaudaraan kebangsaan sudah saling mengkhianati. Jadi perlu wawasan kebangsaan itu".

Dia mengatakan jika program bela negara memang diberlakukan, MPR siap untuk bekerjama mengisi wawasan kebangsaan, Pancasila atau Empat Pilar MPR.

Pewarta: Try Essra
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2015