Perlu ada kejelasan dan ketegasan terkait babak kualifikasi, juga materi pemainnya juga harus jelas apakah pemain yang turun di kompetisi profesional bisa turun atau tidak,"
Bandung (ANTARA News) - Pelatih tim sepak bola PON XIX/2016 Jabar, Warta Kusuma, mendesak agar segera ada kejelasan terkait babak kualifikasi dan materi pemain untuk seleksi tahap awal cabang olahraga itu.

"Perlu ada kejelasan dan ketegasan terkait babak kualifikasi, juga materi pemainnya juga harus jelas apakah pemain yang turun di kompetisi profesional bisa turun atau tidak," kata Warta Kusumah di Bandung, Senin.

Ia menyebutkan, tim-tim peserta, termasuk Jabar yang menjadi tuan rumah PON XIX/2016 kebingungan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Akibatnya ia belum bisa menetapkan formasi tim secara pasti. Meski demikian ia telah menyiapkan dua formasi tim yakni yang bermaterikan pemain amatir dan tim dengan sisipan yang turun di liga profesional.

"Saya berharap keputusan secepatnya segera keluar, pasalnya untuk menentukan tim bukan hal yang gampang, meski untuk babak kualifikasi sekalipun," kata Warta Kusumah yang mantan pemain tahun 1980-an itu.

Ia menyebutkan, sebagai tuan rumah sebenarnya tidak ada masalah karena sudah dipastikan lolos ke PON XIX/2016. Namun kejelasan regulasi pertandingan PON sangat penting ada kejelasan karena menyangkut strategis.

"Kami tidak bisa berleha-leha karena sudah pasti tampil di PON sebagai tuan rumah, sebaliknya kita harus melakukan persiapan lebih baik dibandingkan tim lain," katanya.

Tim Jabar saat ini melakukan persiapan dan latihan di Lapangan Lodaya Kota Bandung dan di sejumlah lokasi lainnya. Formasi tim masih sebanyak 30 pemain, dan nantinya akan disesuaikan dengan kuota yang ditetapkan oleh KONI Jabar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Asprov PSSI Jabar Adeng Hudaya yang berharap dinamika yang terjadi di cabang sepak bola jelang babak kualifikasi tidak berpengaruh terhadap para pemain.

"Ya harus ada ketegasan dan kejelasan secepatnya, jangan sampai ada keputusan mendadak. Dampaknya jelas ada, bagi pemain juga, namun diharapkan tidak terpengaruh dan tetap latihan," kata Adeng.

Tuan rumah Jabar menargetkan juara umum PON XIX/2016, sekaligus menyandingkan dengan juara atau medali emas cabang sepak bola. Pada PON XVIII/2012 di Riau, Jabar hanya mampu menembus babak semifinal setelah kalah dari Kaltim. Kaltim meraih medali emas setelah mengalahkan Sumatera Utara.

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015