Taipei (ANTARA News) - Menteri Perhubungan Taiwan Ho Chen Tan menyetujui permohonan pengunduran diri Kepala Perusahaan Bandar Udara Internasional Taoyuan, Samuel Lin, setelah banjir memutuskan lalu lintas penerbangan menuju gerbang utama internasional negara tersebut, Kamis (2/6) lalu.

Dalam dengar pendapat dengan Komisi Perhubungan DPR setempat, Ho Chen menyatakan bahwa pihaknya juga menerima usulan dari CEO perusahaan tersebut, Fei Hourng-jiun, bahwa Fei juga disiplin, sebagaimana dikutip Kantor Berita Taiwan CNA yang dipantau dari Antara di Jakarta, Senin.

Sebelum melaporkan insiden banjir di bandara dalam dengar pendapat tersebut, Ho Chen tunduk dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gangguan tersebut.

Air bah yang datang secara tiba-tiba di gerbang utama menuju negara tersebut pada 2 Juni lalu memaksa penutupan jalan utama menuju bandara dan menyebabkan pemadaman listrik di Terminal 2 Bandara Taoyuan yang kebanjiran.

Lebih dari 200 jadwal penerbangan ditunda dan berdampak kepada 30 ribu penumpang di bandara yang berjarak sekitar 48 kilometer sebelah utara Ibu Kota Taiwan di Taipei itu.

Ho Chen mengunjungi bandara tersebut, Kamis (2/6) sore, bersama Wakil Menteri Perhubungan Wang Kwo-tsai dan Wu Men-feng untuk mengecek situasi dan dia mengarahkan pihak bandara untuk melakukan kesepakatan pertama dengan para penumpang dan kompensasi atas persoalan tersebut.

Kementerian Perhubungan akan bekerja sama dengan Komisi Konstruksi Umum Kabinet untuk mengidentifikasi penyebab banjir dan membantu pihak bandara memperkuat pencegahan bencana serta standar pengendalian untuk menghindari berulangnya kasus serupa, demikian janji Ho Chen.

Menurut Fei, banjir tersebut menyebabkan kerugian keuangan bagi bandara tersebut yang diperkirakan mencapai 50 juta dolar Taiwan (1,5 juta dolar AS) yang akan dilunasi oleh perusahaan asuransi bandara.

Dengan menyebut banjir sebagai "sebuah aib di gerbang negara, anggota DPR Taiwan Cheng Pao-ching menyatakan bahwa 65 item persoalan serius dilaporkan terjadi di bandara sejak 2008, termasuk enam kasus banjir atau kebocoran.

Ho Chen mengakui bahwa manajemen bandara lemah dan dikaitkan dengan ketidakmampuan sistem sumber daya manusia bandara untuk beradaptasi dengan proses privatisasi bandara yang dimulai pada tahun 2010.

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016