Jumat, 20 Oktober 2017

PSIS gagal lolos ke delapan besar

| 4.947 Views
PSIS gagal lolos ke delapan besar
Dokumentasi--Pemain kesebelasan PSS Sleman, Waluyo (tengah) berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Yoga Kamil (kanan) saat laga persahabatan di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (27/3). Tim tuan rumah PSS Sleman berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor akhir 3-0. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Semarang (ANTARA News) - PSIS gagal lolos ke babak delapan besar turnamen sepak bola Indonesia Soccer Championship B meskipun pada pertandingan terakhir di kandang sendiri, Stadion Jatidiri Semarang, Jateng, Sabtu petang, menang 3-1 (1-0) atas tamunya PSGC Ciamis, Jabar.

Hal itu karena pada saat yang bersamaan di Pekanbaru, tuan rumah PSPS berhasil menang atas tamunya Persekap Kota Pasuruan, 4-3, sehingga yang lolos ke babak delapan besar dari Grup D adalah Persekap Kota Pasuruan dan PSPS Pekanbaru.

Dengan hasil itu, PSIS mengumpulkan nilai delapan dari enam kali tampil, sedangkan PSPS Pekanbaru mengumpulkan nilai sembilan, demikian juga dengan Persekap yang juga mengumpulkan nilai sembilan. PSIS dan PSGC Ciamis yang mengumpulkan nilai lima akhirnya gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Sebenarnya, menjelang pertandingan pada Sabtu, PSIS dan PSGC memiliki peluang yang sama untuk lolos dengan catatan harus bisa memenangkan pertandingan, kemudian pertandingan di Pekanbaru, tuan rumah PSPS yang mengumpulkan nilai enam seri atau bahkan kalah dari Persekap Pasuruan.

Tetapi, ternyata PSPS berhasil mengalahkan Persekap Pasuruan sehingga PSPS bersama Persekap Pasuruan yang akhirnya melangkah ke babak selanjutnya turnamen sepak bola tahun ini.

Pertandingan antara PSIS melawan PSGC Ciamis yang disaksikan sekitar 5.000 penonton tersebut berlangsung imbang karena kedua tim saling melancarkan serangan ke daerah pertahanan lawan, tetapi terlihat tuan rumah lebih mendominasi permainan dan beberapa kali memiliki peluang untuk menciptakan gol ke gawang PSGC yang dijaga Ghoni Yanuar Gitoyo.

Tuan rumah mencetak gol pertama melalui tendangan Feri Ariawan pada menit ke-43 dari sisi kanan pertahanan PSGC. Tendangan yang keras dan dari jarak cukup jauh mampu menjebol gawang tim tamu. Tetapi pada masa injury time (perpanjangan 2 menit), PSGC harus kehilangan seorang pemainnya, Andi Dwi Kurniawan, yang mendapat kartu merah setelah dua kali menerima kartu kuning.

Memasuki babak kedua, meski dengan hanya 10 pemain, PSGC Ciamis ternyata juga masih bisa menahan laju serangan pemain-pemain tuan rumah. Tetapi baru menit ke-67, gawang mereka kebobolan menjadi 2-0 setelah sundulan kepala Johan Yoga Utama mampu menjebol gawang Ghoni Yanuar.

PSIS memperbesar kemenangan menjadi 3-0 melalui sundulan kepala Feri Ariawan pada menit ke-75 setelah meneriam umpan silang dari temannya. Tetapi PSGC Ciamis mampu memperkecil kekalahan menjadi 3-1 melalui gol yang dicetak Aldi Imron pada menit ke-84 setelah terjadi kemelut di depan gawang PSIS yang dijaga Syaiful Amar.

Sampai pertandingan berakhir kedudukan tetap 3-1 untuk PSIS. Wasit Rahmatullah dari Tangerang mengeluarkan kartu merah untuk Andi Dwi Kurniawan (PSGC) dan kartu kuning untuk Achmad Taufik dan Ipan Priyanto (PSGC), serta Akhmad Agung Setiobudi (PSIS).

Asisten Pelatih PSGC CIamis Ayi D mengatakan setelah timnya tinggal bermain dengan 10 pemain maka permainan menjadi berubah.

"Pemain kurang fokus karena tampil dengan 10 pemain, sedangkan mereka juga harus mengejar ketertinggalan satu gol pada babak pertama," katanya.

Ia mengakui pemainnya kurang fokus, terutama pada menit-menit akhir babak pertama, sehingga sempat kecolongan satu gol tersebut.

Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan meski menang, timnya tetap tidak lolos ke babak delapan besar.

"Terima kasih kepada suporter, penonton yang telah mendampingi tim selama ini. Mohon maaf kami belum bisa mengantarkan tim lolos ke babak delapan besar," katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga