Minggu, 28 Mei 2017

Riau siapkan dua juta bibit tanaman gratis

| 2.593 Views
Riau siapkan dua juta bibit tanaman gratis
Sejumlah murid menanam bibit markisa di SDN 1 Sidokumpul, Gresik, Jawa Timur, Selasa (31/1/2017). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Pekanbaru (ANTARA News) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Indragiri Rokan Pekanbaru menyediakan dua juta bibit tanaman gratis untuk masyarakat.

Kepala BBKSDA Riau Mahfudz di Pekanbaru, Senin, mengatakan langkah penyediaan bibit itu sebagai upaya penghijauan dan diversifikasi lahan perkebunan.

"Bibit dibagikan ke masyarakat tanpa dibatasi jumlah yang diminta," katanya.

Ia menjelaskan jenis bibit yang disediakan antara lain pohon Mahoni, Sirsak, Durian, Kayu Putih, Jelutung, Trembesi dan Matoa.

Menurut dia, penyediaan bibit gratis itu merupakan bentuk kepedulian BBKSDA Riau akan keberadaan perkebunan sawit yang bersifat monokultur.

Menurut dia, sistem perkebunan sawit monokultur yang kini menjadi primadona masyarakat Riau berpotensi membuat eksositem menjadi rusak.

Untuk itu, ia mengatakan penyediaan bibit tersebut pada dasarnya menyasar ke masyarakat yang berniat mengembangkan perkebunan nonsawit.

"Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dengan memberikan solusinya. Lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera melalui program ini," jelasnya.

Untuk memperoleh bibit tersebut secara gratis, ia mengatakan masyarakat dapat langsung mengajukan permohonan ke BBKSDA Riau melalui BPDAS-HL Indragiri Rokan.

Syaratnya adalah dengan membawa surat rekomendasi dari Kelurahan atau pihak Desa setempat serta keterangan lokasi penanaman, luas areal yang akan ditanam serta peruntukannya.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan bantuan bibit unggul tersebut. Ia menegaskan bahwa bibit yang diminta dilarang untuk diperjualbelikan atau dikomersilkan demi keuntungan pribadi.

"Tiap orang bisa mengambil berapapun sesuai kebutuhan dan kemampuannya dengan catatan untuk ditanam dan tidak untuk diperjualbelikan," lanjutnya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga