Selasa, 17 Oktober 2017

Hutan mangrove Langkat kawasan wisata belajar

| 11.257 Views
Hutan mangrove Langkat kawasan wisata belajar
Kawasan hutan bakau (mangrove) di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (dishut.sumutprov.go.id)
Kini kawasan hutan mangrove Desa Lubuk Kertang ini sudah kembali subur dan hijau ..."
Langkat (ANTARA News) - Hutan bakau (mangrove) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), di pesisir pantai seluas 105 hektare kawasan Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, kini menjadi kawasan wisata dan juga tempat belajar bagi para siswa yang berkunjung.

"Kawasan hutan mangrove ini kawasan wisata dan tempat belajar bagi para siswa SD,SMP,SMA," kata Dian Batubara selaku ketua kelompok tani mangrove Mekar Desa Lubuk Kertang, Senin.

Ia menjelaskan dulunya kawasan hutan mangrove itu mengalami kerusakan yang cukup parah, namun kini telah berubah menjadi hutan bakau yang hijau, subur, sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hutan mangrove yang dikelola Kelompok Tani Mekar tersebut sempat mengalami kerusakan akibat penebangan liar dan alih fungsi dari kalangan yang membabat habis tanaman di sana.

"Sepuluh tahun yang lalu warga desa setempat sepakat untuk mengembalikan fungsi hutan mangrove sebagai kawasan tempat berkembang biaknya biota laut, serta tempat berkembangnya pohon mangrove," katanya.

Hasil kesepakatan itu, menurut dia, mengarahkan masyarakat menanam, memelihara sekaligus menjaga kawasan hutan mangrove yang hijau, tetap asri dan dijaga dari penebangan secara liar.

"Kini kawasan hutan mangrove Desa Lubuk Kertang ini sudah kembali subur dan hijau, malah semakin banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung, termasuk para siswa untuk belajar di sini tentang pengelolaan hutan mangrove," katanya.

Salah seorang pengunjung wisata mangrove, Pariatmi, menjelaskan bahwa sengaja membawa para siswanya berkunjung ke hutan bakau tersebut untuk memperkenalkan tempat berpijahnya ikan, udang, kepiting, kerang, termasuk burung.

"Tempat ini sangat ramai sekarang dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara hanya sekedar ingin melihat hutan mangrovenya sekaligus menikmati keindahan panorama alam dan bisa berfoto ria," katanya.

Dirinya juga sangat berharap hutan mangrove yang rusak di beberapa tempat, seperti Secanggang, Tanjungpura, Gebang, bisa dikembalikan seperti keadaan di Desa Lubuk Kertang, sehingga Langkat akan semakin hijau dan semakin banyak alternatif kawasan wisata pesisir pantai.



Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga