Selasa, 25 Juli 2017

Perkuat modal pegadaian siapkan obligasi Rp2,5 triliun

| 2.284 Views
Perkuat modal pegadaian siapkan obligasi Rp2,5 triliun
Transaksi Pegadaian Meningkat Warga bertransaksi di Kantor Pegadaian Cabang Senen, Jakarta, Kamis (15/6/2017). Menjelang Idulfitri transaksi gadai maupun tebus barang di pegadaian naik hingga 50 persen. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay) ()
Jakarta (ANTARA News) - PT Pegadaian (Persero) berencana menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) III pada tahap pertama tahun 2017 dengan target dana sebesar Rp2,5 triliun, dari total plafon yang mencapai Rp6 triliun.

"Penerbitan obligasi dimaksudkan untuk memperkuat struktur modal kerja serta meningkatkan efisiensi biaya modal," kata Humas Pegadaian Basuki Tri Andayani, dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Menurut Basuki, saat ini obligasi merupakan alternatif sumber dana Pegadaian selain pinjaman perbankan.

Peluncuran emisi obligasi tersebut saat ini tengah memasuki tahap persiapan registrasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah mendapat pernyataan efektif dari lembaga itu kemudian dilanjutkan dengan penawaran kepada Investor.

"Kami berharap proses peluncuran obligasi kali ini berjalan mulus seperti periode sebelumnya. Rencana proceed diperkirakan pada bulan September tahun ini," ujarnya.

Sebelumnya, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 5 April 2017, telah menaikkan peringkat Obligasi Pegadaian menjadi tripel A (idAAA) dari sebelumnya dobel A plus (idAA+).

Penilaian dilakukan berdasarkan data dan informasi perusahaan serta Laporan Keuangan Audit tahun 2016.

Lebih lanjut Basuki mengatakan, Peringkat tripel A merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Dengan demikian, Pegadaian mempunyai kemampuan lebih baik (superior) untuk memenuhi keuangan jangka panjang dibandingkan obligor lainnya.

"Dengan struktur modal yang kuat dan biaya modal yang lebih efisien diharapkan kedepan Pegadaian dapat memberikan layanan yang lebih baik. Selain itu juga dapat memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas, sebab biaya ekspansi juga cukup tinggi," ujarnya.

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga