Jumat, 22 September 2017

Mendes: Vietnam tertarik konsep Dana Desa

| 2.149 Views
Mendes: Vietnam tertarik konsep Dana Desa
Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Vietnam tertarik dengan model pembangunan perdesaan di sini (Indonesia), termasuk konsep dana desa, prukades (produk unggulan kawasan perdesaan), dan BUMDes (badan usaha milik desa)...."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menandatangani kesepakatan kerja sama pembangunan perdesaan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Perdesaan Vietnam di Jakarta, Rabu.

Penandatangan Memorandum of Understanding (Mou) tersebut disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal Partai Republik Sosialis Vietnam, Nguyen Phu Trong.

"Vietnam tertarik dengan model pembangunan perdesaan di sini (Indonesia), termasuk konsep dana desa, prukades (produk unggulan kawasan perdesaan), dan BUMDes (badan usaha milik desa). Kerja sama ini adalah tindak lanjut pertemuan pada 2015," ujar Eko dalam keterangannya.

Konsep dana desa, lanjut Menteri Eko, menjadi semakin menarik karena merupakan program yang pertama kali dicetuskan di dunia. Program tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat sekaligus komitmen untuk memberikan kewenangan kepada desa dalam menentukan arah pembangunan sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, Menteri Eko mengatakan konsep pertanian di Vietnam kini lebih maju. Dirinya pun akan belajar untuk mengembangkan pola agricultural estate. Contoh-contoh sukses yang telah berhasil akan dipelajari dan dicoba diterapkan di Indonesia.

"Vietnam memiliki keunggulan dalam pemakaian bibit dan bercocok tanam secara modern. Kita ingin melihat bagaimana mereka bisa mengubah dari pertanian tradisional ke pertanian modern secara cepat," katanya.

Adanya kesamaan komoditas pertanian, lanjut Menteri Eko, juga dapat menjadi dasar pertimbangan kerjasama antar dua negara. Selain sebagai upaya mengembangkan komoditas unggulan di desa, penguatan produk unggulan juga dinilai dapat meningkatkan posisi tawar di dunia.

"Seperti karet dan lada. Kita bisa bersama untuk menghadapi pasar dunia. Hal itu supaya kita tidak ditekan. Juga bisa saling melengkapi, misalnya untuk komoditas kedelai atau lainnya," katanya.

Menteri Eko menambahkan, ke depan dirinya dan pemerintah Vietnam akan mengintensifkan pertukaran informasi dan pertukaran para ahli untuk saling mempelajari keunggulan masing-masing. Hasil dari pertukaran tersebut akan menjadi dasar pertimbangan bentuk kerja sama yang lebih teknis di masa mendatang.

Sejumlah poin kerjasama yang disepakati dalam MoU tersebut yakni model pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian di daerah perdesaan, program peningkatan sarana dan prasarana pendukung dalam pembangunan perdesaan, dan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran informasi ilmiah bidang perdesaan.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga