Minggu, 24 September 2017

Serangan udara koalisi pimpinan AS tewaskan 14 warga sipil Suriah

| 3.286 Views
Serangan udara koalisi pimpinan AS tewaskan 14 warga sipil Suriah
Arsip: Warga meninggalkan daerah sekeliling bendungan Sungai Efrat, timur kota Raqqa, mengendarai motor mereka menuju wilayah yang dikontrol Pasukan Demokratik Suriah (SDF), Suriah, Kamis (30/3/2017). (REUTERS/Rodi Said)
Damaskus, Suriah (ANTARA News) - Sedikitnya 14 warga sipil meninggal selama 24 jam belakangan akibat serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap Kota Ar-Raqqah di Suriah Utara, kubu penting kelompok gerilyawan IS, kata kantor berita resmi Suriah, SANA.

Serangan udara tersebut ditujukan ke bundaran Naim di Ar-Raqqah, sehingga mengakibatkan kerugian sangat besar berupa harta, kata SANA.

Serangan itu adalah yang paling akhir dalam rangkaian serangan udara yang telah merenggut korban jiwa sipil di Ar-Raqqah, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam.

Pada Agustus, sebanyak 78 warga sipil tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap beberapa daerah di Ar-Raqqah.

Amerika Serikat telah dengan kuat mendukung Pasukan Demokratis Suriah (SDF), yang dipimpin oleh Suku Kurdi, dalam desakan mereka untuk merebut Ar-Raqqah dari petempur IS.

Dukungan kuat tersebut memungkinkan SDF merebut lebih dari 60 persen Kota Ar-Raqqah setelah pertempuran selama dua bulan.

SDF juga telah mengambil-alih kota tua bersejarah Ar-Raqqah dan masjid kuno di wilayah itu setelah mereka melakukan serangan terhadap kelompok IS, kata pasukan gabungan pimpinan AS pada Senin.

Pasukan SDF Demokratik Suriah mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah merebut satu kabupaten terakhir di Ar-Raqqah dari kelompok IS.

"SDF telah mengalami kemajuan yang terus-menerus di wilayah perkotaan Ar-Raqqah, dengan bertempur dari kawasan ke kawasan," kata Kolonel Ryan Dillon, Juru Bicara pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat dalam melawan kelompok IS.

Menurut pernyataan tersebut, SDF telah mengambil-alih Masjid Agung Ar-Raqqah, yang merupakan masjid tertua. SDF menggambarkan kemajuannya sebagai "tonggak sejarah" dalam pertempuran di Ar-Raqqah.

Petempur SDF telah melakukan perlawanan sengit dengan kemajuan yang lamban melawan kelompok IS di kota tua Ar-Raqqah sejak awal Juli, ketika sekutu AS melancarkan serangan udara di sana.

Kelompok pemantau Observatorium Hak Asasi untuk Suriah, yang bermarkas di Inggris, mengatakan pekan lalu bahwa SDF telah merebut lebih dari 90 persen wilayah kota tua Ar-Raqqah.

Namun, jatuhnya korban jiwa sipil setiap hari mendorong Pemerintah Suriah untuk mengutuk koalisi pimpinan AS dan kejahatannya di Ar-Raqqah.

Pemerintah Suriah telah mendesak PBB agar membubarkan koalisi itu.

(Uu.C003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga