Digelar, Festival Masjid Bersejarah di Istiqlal

Kamis, 7 Juni 2007 17:35 WIB | 1302 Views

Jakarta (ANTARA News) - Festival Masjid Bersejarah dan Keraton tingkat Nasional bakal digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, akan di buka oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni pada Jumat 8 Juni dan berlangsung hingga Rabu 13 Juni 2007.

"Ada 27 provinsi yang mengikuti Festival ini di mana 40 band seperti Debu akan turut meramaikan dengan lagu-lagu Islaminya," kata Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Tarmizi Taher kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Dalam Festival ini akan digelar berbagai kegiatan seperti menampilkan mini maket masjid-mesjid bersejarah, maket masjid monumental, maket keraton/kesultanan, foto-foto, benda-benda seni dan bersejarah mesjid dan keraton, kaligrafi dan Al Quran dari berbagai ukuran dan tahun penulisannya.

Selain itu diselenggarakan pula pameran produk-produk halal, peragaan busana muslim, pameran buku keagamaan, tabligh akbar oleh Ustadz Jefri Al Buchari, bakti sosial, hiburan islami seperti lomba nasyid dan marawis hingga penyerahan piagam penghargaan kepada para sultan.

Mesjid memiliki sejarah yang sangat kuat di Indonesia, urai mantan Menteri Agama itu, selain karena masjid sangat bermakna bagi penyebaran Islam di Indonesia hingga menjadi seperti sekarang ini, dari Masjid dan Pesantren jugalah negara ini bisa dibebaskan dari penjajahan.

Perkembangan Islam di tanah air, lanjut dia, juga tidak pernah lepas dari keraton (kesultanan) misalnya Kesultanan Samudera Pasai dan Perlak yang sudah memeluk Islam sejak akhir abad 13 dengan rajanya yang termasyhur Muhammad Iskandar Syah, lalu kemudian menyebar ke Malaka.

Disebutkan juga penyebaran Islam di Jawa dilakukan oleh Wali Songo yang memusatkan kegiatannya di Keraton Glagah Wangi dengan Masjid Demak menjadi pusat kekuasaan Islam.

Setelah era Wali Songo perkembangan Islam diteruskan oleh kejayaan kerajaan Pajang, Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo, sedangkan wilayah utara Jawa oleh Keraton Cirebon yang terpecah menjadi empat Keraton yakni Kasepuhan, Kanoman, Keprabon dan Kecirebonan.

Sementara di pantai Pulau Jawa bagian Barat terdapat kesultanan Banten, di Pulau Madura puncak kejayaan Islam tertumpu pada kejayaan Keraton Sumenep.

Sedangkan di wilayah Indonesia Tengah terdapat Kesultanan Sumbawa, di Kalbar ada Istana Kadariah, di Sultra kesultanan Buton, sedangkan di Indonesia Timur Islam mengalami perkembangan pesat pada kejayaan Kesultanan Ternate.

"Masjid dan Keraton serta alun-alun yang berdampingan sudah menjadi ciri khas di nusantara ini. Diharapkan, melalui wisata budaya, wisata sejarah dan wisata ziarah kepariwisataan di Indonesia semakin berkembang," ujarnya.

Selain itu digelar juga Seminar tentang Peranan Masjid dan Keraton tingkat Nasional pada Senin 11 Juni yang akan menampilkan sejumlah pembicara seperti Goodwill Zubeir, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Prof Dr Azyumardi Azra.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Perfilman Indonesia terkendala dana dan teknologi

Perfilman Indonesia terkendala dana dan teknologiKualitas perfilman Indonesia masih terkendala biaya dan ketersediaan teknologi, kata Dirjen Kebudayaan Kementerian ...

Billy Joel dapat anugerah musik dari perpustakaan terbesar AS

Billy Joel dapat anugerah musik dari perpustakaan terbesar ASPenyanyi dan penulis lagu yang juga pemenang Grammy Award Billy Joel, yang sukses berkat lagu-lagu hits seperti "Piano ...

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berdandan

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berdandanAda beberapa hal yang menurut penata rias mesti diperhatikan kaum hawa saat berdandan.Penata rias dari merek kosmetik ...