Batuan Vulkanik Lapuk Penyebab Longsor Karanganyar

Jumat, 4 Januari 2008 21:38 WIB | 5425 Views

Jakarta (ANTARA News) - Penelitian menemukan bahwa bencana tanah longsor di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang merenggut 30 lebih nyawa manusia, disebabkan oleh melapuknya bantuan breksi vulkanik dan tuft (tumpuk) di lokasi itu yang mudah longsor saat terjadi hujan.

Perkiraan tersebut merupakan dari hasil penelitian Ristek, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Institut Teknologi Bandung (ITB), LAPAN, dan Pemprov Jateng, di dua lokasi musibah tanah longsor.

Kedua lokasi tanah longsor itu, yakni, longsoran di dusun Talok, Nglegok, Ngargoyoso, Karang Anyar yang menyebabkan tiga rumah rusak berat pada 26 Desember 2007, kemudian longsoran di desa Selorong, Jenawi, Karang Anyar yang menyebabkan 51 rumah rusak pada 26 Desember 2007.

Kepala Bidang Kebutuhan Masyarakat Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek), Teddy W Sudinda, di Jakarta, Jumat, mengatakan faktor curah hujan juga turut berpengaruh karena pada 25 Desember 2007, mencapai lebih 100 milimeter/jam atau masuk dalam kategori curah hujan ekstrim," katanya.

"Kemudian sifat fisik tanah pelapukan batuan di daerah lokasi bencana alam itu, yang berupa lempung pasiran yang lunak, mudah hancur dan luruh hingga bila terkena air mudah luruh karena telah melewati batas kejenuhan.

Terlebih lagi, kata dia, kondisi tata guna lahan di kawasan musibah longsor dan banjir itu, berupa permukiman desa, ladang, tegalan, kebun campuran dan perkebunan.

Sementara itu, peneliti geologi dari ITB, Rendy D Kartiko, mengingatkan, kepada warga yang tinggal di Desa Selorong, Jenawi, untuk mewaspadai akan terjadinya kembali longsoran yang lebih besar.

"Saat ini, sisa longsoran tebing itu memanjang mencapai sekitar 200 meter dan kedalamannya sekitar 350 meter. Tidak menutup kemungkinan, sisa tanah di atasnya itu akan bergerak kembali. Terlebih di saat curah hujan yang masih tinggi," katanya.

Sedangkan mengenai adanya amblasan yang kedalamannya mencapai satu meter di kawasan itu, ia mengatakan, kondisi demikian merupakan sebagai dampak dari adanya pergerakan tanah longsor sebelumnya.

"Karena adanya aktifitas di atas tanah itu, maka sangat mudah terjadi amblasan," katanya.

Hal senada dikatakan oleh klimatologi BMG, Endro Santoso, yang meminta kepada warga yang tinggal di Karang Anyar untuk waspada akan tanah longsor dan banjir, mengingat curah hujan di wilayah Jateng dan Jatim masih tinggi.

"Pada tanggal 26 Desember 2007 saja, curah hujan di sekitar Karang Anyar mencapai 194 milimeter atau sudah dikategorikan sangat lebat," katanya.(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Sina Weibo "go public" di Nasdaq

Sina Weibo Twitter versi Tiongkok, Sina Weibo, akan mencatatkan saham atau go public di Amerika Serikat pekan ini setelah tiga ...

Ilmuwan temukan planet mirip Bumi

Ilmuwan temukan planet mirip BumiPara ilmuwan untuk pertama kalinya menemukan planet seukuran Bumi mengelilingi satu bintang yang jauh di zona ramah ...

Lima produk Logitech raih penghargaan Red Dot

Lima produk Logitech raih penghargaan Red DotLogitech mengumumkan bahwa lima produknya meraih penghargaan internasional Red Dot Design Awards 2014.Logitech ...