Tim Olimpiade Komputer Indonesia raih emas di Baku

Tim Olimpiade Komputer Indonesia raih emas di Baku

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) merayakan kemenangannya setelah meraih medai 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-31 di Baku, Ajerbaizan tanggal 4-11 Agustus 2019. ANTARA/Dok Tim Olimpiade Komputer Indonesia/am.

Jakarta (ANTARA) - Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) berhasil meraih 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu dalam ajang International Olympiad in Informatics (IOI) ke-31 di Baku, Ajerbaizan tanggal 4-11 Agustus.

"Kami berhasil meraih peringkat sepuluh dari 87 negara peserta IOI ke-31," kata Ketua Delegasi Adi Mulyanto di Jakarta, Kamis.

Adi yang juga pengajar di STEI ITB mengatakan di ajang tersebut delegasi Indonesia terdiri dari Abdul Malik Nurrokhman SMA Semesta BBS Semarang, Vincent Ling SMA Pribadi Bandung, Fausta Anugerah Dianparama SMA
Negeri 1 Yogyakarta; dan Moses Mayer SMA Jakarta Intercultural School.

Adi juga mengatakan setelah menuntaskan partisipasi di IOI 2019, TOKI akan mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah ajang IOI ke-34 pada tahun 2022 dan APIO 2020 yang akan datang.

Tim Olimpiade Komputer Indonesia mendapat sambutan meriah saat mendarat di Terminal 3 Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta, menggunakan penerbangan Qatar Airways QR956 pada pukul 15.20 WIB hari ini.

Untuk persiapan tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan, yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan UI, ITB, IPB, ITS, UGM dan Binus University.

Peran para alumni TOKI sangat besar pada proses persiapan dan pelatihan. Keempat siswa juga harus menjalani karantina dan pembinaan intensif untuk memperbanyak latihan soal, diskusi dan pelatihan kesiapan mental bertanding.

"Materi pembinaan, selain diisi oleh para dosen dari berbagai universitas, juga diisi oleh para alumni TOKI dalam bentuk diskusi dan latih tanding," kata Adi.

Abdul salah satu anggota tim mengatakan kalau dirinya sempat merasa lelah dan kangen keluarga saat mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan, namun kini dirinya merasa lega karena bisa memberikan kado bagi HUT-RI.

Abdul sendiri sudah dua kali menyumbangkan medali di ajang IOI, yaitu medali perak pada IOI 2018, dan emas pada IOI 2019 kali ini.

Secara khusus, Adi juga mengapresiasi bantuan moral dan pelatihan yang diberikan oleh Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA-TOKI).

Beberapa alumni TOKI kini telah mencetak prestasi masing-masing, seperti Brian Marshal yang mendirikan start-up SIRCLO dan Derianto Kusuma yang mendirikan unicorn Traveloka.

“Mereka telah membangun ikatan alumni yang solid, suportif, dan saling membantu. Secara kompak, mereka mencurahkan waktu, tenaga, perhatian, dan pengalaman, untuk membimbing ‘adik kelas’ mereka,” tambahnya.

Baca juga: UI Gelar Olimpiade Sains Komputer Nasional
Baca juga: Tim Olimpiade Komputer RI Targetkan Emas

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar