counter

Joppye: Jangan serahkan persoalan Papua kepada orang lain

Joppye: Jangan serahkan persoalan Papua kepada orang lain

Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau (kanan) saat berfoto bersama para pejabat di Papua Barat. ANTARA/Toyiban

Manokwari (ANTARA) - Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari/Papua Barat, yang akan menduduki jabatan baru sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih/Papua menyatakan jangan menyerahkan persoalan Papua kepada orang lain.

Ditemui di Manokwari, Minggu, Joppye menyatakan siap menjalankan tugasnya yang baru menggantikan posisi Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih.

Menghadapi situasi politik dan segala dinamika serta gejolak yang terjadi di provinsi di ujung timur Indonesia itu, dia akan intensif melibatkan masyarakat Papua dalam menyelesaikan seluruh persoalan.

"Papua dan Papua Barat itu sama saja, dinamikanya yang mungkin sedikit berbeda. Di Papua Barat juga ada kelompok politik Papua Merdeka. Setiap daerah tentu memerlukan pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan masalah," kata Wayangkau.

Baca juga: Mahasiswa Papua suarakan pengamalan Pancasila pada HUT Ke-74 RI

Mantan Danrem Jayapura ini menyatakan, setiap daerah masing-masing memiliki karakteristik masyarakat serta persoalan yang berbeda. Pelibatan masyarakat dalam penyelesaian masalah menjadi hal yang sangat penting.

Menurut dia, TNI, Polri, dan pemerintah tidak mungkin mendiskusikan sendiri semua persoalan.

Ia memandang perlu pelibatan elemen-elemen lain, terutama masyarakat.

"Sebagai orang Papua, harus bisa menjaga Papua ini. Kita jangan menyerahkan persoalan kita kepada orang lain," kata Onesimus lagi.

Terkait dengan sumber daya manusia, kata Joppye, Kodam XVII/Cenderawasih memiliki jumlah personel yang jauh lebih banyak daripada anggota Kodam XVIII/Kasuari. Optimalisasi peran personel di setiap satuan akan dilakukan.

Baca juga: Generasi muda Raja Ampat diajak giat belajar tingkatkan kualitas SDM

Ia pun berpandangan masyarakat asli Papua yang tergabung dalam kelompok politik Papua Merdeka tidak boleh dianggap sebagai orang lain. Pola pendekatan yang tepat diyakini bisa menekan persoalan yang selama ini terjadi.

"Masyarakat yang bergabung dalam kelompok-kelompok politik itu saudara kita juga, jadi jangan disisihkan, apalagi mengganggapnya sebagai orang lain. Menjalin hubungan kekeluargaan dengan mereka tentu harus bisa kita lakukan," sebut Wayangkau lagi.

Pria asli Serui ini siap menjalankan keperyaan yang diberikan Panglima TNI.

Ia segera bergeser ke Papua setelah melakukan serah terima jabatan Pangdam Kasuari pada bulan depan.***2***

Pewarta: Toyiban
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

LMA Jayawijaya pertemukan tokoh adat dan warga pendatang

Komentar