counter

Pompanisasi diprogramkan antisipasi kemarau di Mamuju-Sulbar

Pompanisasi diprogramkan antisipasi kemarau di Mamuju-Sulbar

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Mamuju, Sulawesi Barat, Busriadi. (FOTO ANTARA/M Faisal Hanapi)

Petani di Mamuju masih tertolong karena masih sering terjadi hujan kecil, dan juga terbantu adanya program pompanisasi ini
Mamuju (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mengantisipasi musim kemarau dengan melakukan program pompanisasi

"Sudah 30 persen lahan pertanian padi petani di sejumlah wilayah Mamuju yang tersentuh program pompanisasi," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Mamuju, Busriadi di Mamuju, Senin.

Ia mengatakan, pompanisasi di lahan pertanian padi petani dilakukan untuk mengantisipasi kemarau yang sudah berlansung sejak dua bulan terakhir di Mamuju.

"Meskipun ancaman kemarau melanda namun petani maupun penyuluh pertanian belum melaporkan adanya lahan pertanian di Mamuju yang mengalami gagal panen atau puso," katanya.

Ia menjelaskan bahwa lahan pertanian petani saat ini memang dalam kondisi kesulitan air atau krisis air akibat kemarau.

"Namun petani di Mamuju masih tertolong karena masih sering terjadi hujan kecil, dan juga terbantu adanya program pompanisasi ini," katanya.

Menurut dia, petani sebagian juga sudah ada yang melakukan panen sehingga kemarau dianggap tidak akan merugikan petani.

Pemerintah pusat juga diharapkan dapat memerhatikan petani di Mamuju dengan memberikan bantuan pompanisasi agar seluruh lahan pertanian padi di Mamuju seluas 16,000 hektare tidak kekeringan, demikian Busriadi.

Baca juga: Kemarau di Sulbar berlangsung hingga Oktober

Baca juga: Warga Tadui Mamuju mulai krisis air bersih

Baca juga: Produksi holtikultura Sulbar terancam turun akibat kemarau

Pewarta: M.Faisal Hanapi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Danau Tasikardi di Serang Banten mengering akibat kemarau

Komentar