counter

Sepak Bola Dunia

Nigeria terkejut FIFA hukum seumur hidup mantan pelatihnya

Nigeria terkejut FIFA hukum seumur hidup mantan pelatihnya

Samson Siasia. ANTARA/REUTERS/Paulo Whitaker/pri

Jakarta (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) menyatakan "terkejut" dengan hukuman skorsing seumur hidup yang dijatuhkan FIFA terhadap mantan pelatih nasional Samson Siasia karena tuduhan penyuapan dan NFF pun bersumpah untuk membatalkannya.

Baca juga: Pejabat Nigeria diskors seumur hidup gara-gara atur skor

Pada Jumat pekan lalu, FIFA melarang Siasia, 52, dari seluruh aktivitas sepak bola, setelah dilakukannya investigasi yang berjalan lama terhadap Wilson Raj Perumal yang kini menjadi narapidana, demikian dilansir dari AFP, Rabu.

Setelah penangkapannya, Perumal berkolaborasi dengan para penyelidik.

Komite Etika FIFA menemukan bukti Siasia "bersalah telah menerima suap sehubungan dengan manipulasi pertandingan yang melanggar kode etik FIFA."

Siasia, mantan striker yang bermain 51 kali untuk timnas Nigeria dan menjalani dua musim pendek sebagai pelatih nasional.

Penjabat Presiden NFF, Seyi Akinwunmi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa laporan FIFA itu telah diteruskan kepada pengacara NFF "untuk dipelajari dan memberikan nasihat hukum kepada federasi," katanya seraya menambahkan bahwa Siasia telah "memberikan segalanya untuk Nigeria."

"NFF terkejut mengetahui investigasi dan keputusan selanjutnya oleh Komite Etika FIFA yang menetapkan pelarangan seumur hidup kepada Mr Samson Siasia," kata pernyataan itu.

"Siasia adalah legenda sepak bola, tetapi yang paling penting dia adalah orang Nigeria", katanya.

"Kami menghormati proses FIFA", kata Akinwunmi dan menambahkan, "paling tidak kita sebagai Federasi bisa berempati dengannya saat ini dan berharap bahwa dengan cara tertentu dia bisa dibersihkan namanya."

Baca juga: FIFA tunjuk komite sementara pemulihan sepak bola Mesir

Baca juga: FIFA jatuhi eks presiden sepak bola Bolivia sanksi seumur hidup

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekad Liga 1 selamatkan sepakbola Indonesia

Komentar