counter

Ekonomi digital diproyeksi sumbang PDB 9,5 persen pada 2025

Ekonomi digital diproyeksi sumbang PDB 9,5 persen pada 2025

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang memperkenalkan salah satu solusi teknologi untuk mendukung smart agriculture di Jakarta, Rabu (21/8/2019). ANTARA/Subagyo

Melihat potensi tersebut, ekonomi digital Indonesia diproyeksi menyumbang 155 miliar dolar AS atau 9,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025
Jakarta (ANTARA) - Pasar industri pengelolaan big data di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang diperkirakan semakin berkembang seiring makin meningkatnya kebutuhan big data di dunia.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, pada peluncuran teknologi Altos dari Acer, di Jakarta, Rabu mengatakan, berdasarkan laporan terbaru IDC tahun 2019 proyeksi pendapatan yang akan diperoleh perusahaan di seluruh dunia dari big data dan analitiknya akan mencapai 200 miliar dolar AS, sedangkan pada 2022 meningkat menjadi 260 miliar dolar AS.

"Melihat potensi tersebut, ekonomi digital Indonesia diproyeksi menyumbang 155 miliar dolar AS atau 9,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025," katanya.

Industri yang melakukan investasi terbesar di sektor big data ini, tambahnya, umumnya adalah sektor finansial, manufaktur, pendidikan, retail ecommerce, dan pemerintahan.

Menurut dia, gabungan industri tersebut akan menyumbang hampir 81 miliar dolar AS dari pendapatan analitik data di seluruh dunia tahun ini. Mereka juga akan menjadi industri dengan peluang analitik data terbesar pada 2022 ketika total investasi mereka akan menjadi 129 miliar dolar AS.

Untuk itu, lanjutnya, ketersediaan solusi teknologi menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan guna mengambil pasar dan keuntungan dari pengelolaan big data tersebut.

Melihat peluang yang besar tersebut, Acer Indonesia meluncurkan teknologi baru yakni Altos yang mampu membantu perusahaan melakukan modernisasi untuk memperkuat performa, efisiensi dan kemampuan dalam mengelola cloud dan data perusahaan di datacenter yang modern.

Adapun rangkaian solusi lengkap yang diperkenalkan meliputi teknologi Altos untuk ketersediaan untuk server, storage, datacenter modern, High Performance Computing, Virtual Desktop Infrastruktur (VDI) dan Artificial Intelligent (Al) platform serta solusi Internet of Things (loT).

“Ketersediaan solusi teknologi Altos menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan untuk mengambil pasar dan keuntungan dari pengelolaan big data tersebut,” tegasnya.

Herbert mengatakan, Indonesia, menjadi negara ke tiga di Asia Tenggara, sesudah Malaysia dan Filipina, yang memperkenalkan solusi teknologi Altos pada potensial pelanggan enterprise di sektor retail, finansial dan pendidikan, perusahaan skala menengah (small medium business/SMB), dan pemerintahan.

Ketersediaan solusi teknologi Altos diharapkan dapat menjadi akselerator divisi Tl perusahaan dalam meningkatkan performa dan efisiensi bisnis perusahaan.

Baca juga: Presiden sebut SDM berkualitas modal penting masuk era ekonomi digital
Baca juga: Pemerintah dorong ekonomi kreatif jadi industri digital unggulan

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Darmin sebut fintech tingkatkan inklusi keuangan

Komentar