Penyandang disabilitas berbagi pengalaman menyelam di laut Malaka

Penyandang disabilitas berbagi pengalaman menyelam di laut Malaka

Dua instruktur selam melatih seorang penyandang disabilitas menyelam dengan standar "scuba diving" di Holiday Resort, Lombok Barat, NTB, Sabtu (24/8/2019). (ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Penyandang disabilitas dari wilayah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, berbagi pengalaman menyenangkannya yang sekaligus menegangkan ketika menyelam di laut kawasan pesisir Pantai Kecinan, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara.

Seperti pengalaman Abdul Rasyid (31), penyandang tunadaksa dari Desa Wisata Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, yang mendapat kesempatan ikut serta mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar laut bersama tim "Diveable" dan sepuluh penyandang disabilitas lainnya dari Pulau Lombok.

"Ini berawal dari rasa penasaran saya, awalnya ragu, apalagi istri saya, dia takut saya kenapa-kenapa. Tapi setelah saya coba, ternyata berada di dalam laut itu sangat menyenangkan," kata Abdul Rasyid yang ditemui Antara usai menyelam di laut kawasan pesisir Pantai Kecinan, Lombok Utara, Sabtu.

Rasyid mengaku jika keikutsertaannya dalam kegiatan ini hanya berbekal pelatihan singkat yang diberikan tim "Diveable" di Holiday Resort, Kecamatan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Bersama sepuluh rekannya, Rasyid terlihat tekun mengikuti pelatihan yang diberikan oleh instruktur berpengalaman di bidang menyelam dengan standar "scuba diving" tersebut.

Mereka adalah instruktur selam profesional yang khusus menangani penyelam untuk penyandang disabilitas. Banyak dari mereka yang ikut dalam kegiatan ini berasal dari mancanegara.

Karenanya, pelatihan menyelam yang cukup singkat dia dapatkan sejak Sabtu (24/8) pagi, dirasanya sudah cukup menjadi bekal menyelam di laut.

"Itu semua tergantung dari kita pribadi, bagaimana pun kekurangan kita, kalau sudah ada kemauan, In syaa Allah kita bisa," ujarnya.

Begitu juga dengan yang disampaikan Avandy, "leader instructure" dari Dive Pro yang kabarnya sudah mendedikasikan dirinya sejak sepuluh tahun silam sebagai instruktur selam khusus bagi penyandang disabilitas di Pulau Dewata, Bali.

Dari pengalamannya sebagai instruktur selam profesional, Avandy mengatakan, hal yang terpenting untuk bisa menikmati olahraga menyelam itu adalah kemauan.

"Jadi walaupun secara fisik ada kekurangan, tapi kalau ada kemauan, semua pasti bisa," ujar Avandy.

Sementara itu, dari pihak "Diveable", Mayra, menjelaskan bahwa olahraga menyelam merupakan salah satu jenis olahraga laut yang masuk dalam kategori ekstrem.

"Jadi tidak semua orang berani menyelam, dan untuk kali ini di Lombok ada sebelas orang (penyandang disabilitas) yang sudah sangat berani mencoba tantangan ini (menyelam), mereka semua dari beragam disabilitas," kata Mayra.

Karenanya disampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa Indonesia, sebagai negara maritim yang kaya dengan beragam destinasi wisata bawah lautnya, mendukung olahraga selam yang bisa dinikmati oleh para penyandang disabilitas.

"Jadi kita ingin biar dunia tahu pariwisata di Indonesia itu ramah dengan disabilitas," ujarnya.

Kegiatan pengibaran bendera Merah Putih yang diselenggarakan "Diveable" ini berjalan lancar berkat dukungan Pemerintah Desa Malaka, Holiday Resort, PMI Lombok Utara, Endri's Foundation dan Lombok Disability Centre, Dive Centre dan Dive Pro.

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Australia dukung Indonesia tingkatkan peran penyandang disabilitas

Komentar