Pindah ibu kota, "pemburu" tanah sambangi Sungai Merdeka hingga Semoi

Pindah ibu kota, "pemburu" tanah sambangi Sungai Merdeka hingga Semoi

Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Gerbang tol di Samboja akan menjadi salah satu akses masuk ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj

Penajam Paser Utara, Kalimanta (ANTARA) - “Pemburu” tanah mulai ramai menyambangi pelosok calon ibu kota baru dari mulai Sungai Merdeka di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara hingga Semoi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Armansyah (56), warga asli Kampung Sungai Merdeka, Kabupaten Kutai Kartanegara mengatakan dalam satu hingga dua hari terakhir ada saja yang datang menanyainya perihal tanah yang hendak dijual.

Armansyah ditemui di dekat patok yang dibuat Badan Informasi Geospasial (BIG) di Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu, mengatakan para pencari tanah ini rajin mendatangi warung kopi, ikut berbincang dengan warga.

Tidak hanya warga Balikpapan yang jadi rajin datang ke Sungai Merdeka, karena, menurut dia, warga Bontang, Samarinda bahkan Jakarta pun mulai banyak yang datang mencari tanah di kampung yang memang berdekatan dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang belum rampung dikerjakan.

Pembangunan jalan tol sepanjang 99,350 kilometer dilengkapi empat Gerbang Tol (GT) yang ditargetkan rampung akhir 2019 juga berpengaruh pada harga jual tanah di wilayah Samboja tersebut.

“Mereka juga enggak tawar harga. Saya punya tanah di pinggir jalan, 13x50 meter persegi, dijual Rp50 juta enggak laku-laku. Tapi sebulan ini bisa jual Rp150 juta,” ujar dia.

Sedangkan Bagus Anggoro (44), warga RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Samboja, mengatakan para “pemburu” tanah biasanya mendatangi para ketua RT.

“Karena ketua RT yang lebih tahu lokasi tanah-tanah warga. Tidak boleh salah tunjuk tanah, bisa ribut nanti,” kata Anggoro.

Harga tanah di daerah rumahnya pun sudah tinggi bahkan sebelum ruas jalan tol mulai dibangun. Setidaknya harga tanah 1 kavling dengan luasan 15x20 meter persegi yang letaknya masuk jauh dari jalan besar dihargai setidaknya Rp40 juta.

Sementara Rosiana, warga RT 04 Sungai Merdeka lainnya yang mengira Antara hendak mencari tanah yang jual di Kecamatan Sepaku memberikan nomor kontak warga Kampung Semoi yang bisa mencarikan tanah-tanah yang hendak di jual di sana.

Menurut dia, memang semakin banyak orang yang mencari tanah di sekitar perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Penajam Paser Utara tersebut setelah lokasi tersebut diumumkan sebagai calon ibu kota baru.

Baca juga: Gubernur Kaltim nilai spekulan tidak bisa mainkan lahan calon ibu kota
Baca juga: Wapres harap kajian pemindahan ibu kota dilakukan dengan baik

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden: pindah ibu kota, pindah juga pola pikir

Komentar