1,5 juta gawai akan disalurkan Kemendikbud untuk digitalisasi sekolah

1,5 juta gawai akan disalurkan Kemendikbud untuk digitalisasi sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam Seminar Nasional Majapahit di Jakarta, Kamis (29/8/2019). ANTARA/Aubrey Fanani. (ANTARA/Aubrey Fanani)

Meski Kemendikbud telah menyediakan portal tersebut, sekolah masih boleh berlangganan dengan portal pendidikan berbayar lainnya yang disediakan oleh pihak swasta.
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan salurkan 1,5 juta gawai untuk digitalisasi sekolah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3t), serta untuk sekolah-sekolah yang kinerjanya bagus.

"Tahun ini ada Bos Afirmasi untuk sekolah di daerah 3T dan BOS Kinerja untuk sekolah yang kinerjanya bagus, maka dana tersebut akan kita gunakan untuk digitalisasi sekolah," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/8).

Gawai berupa tablet tersebut akan digunakan siswa untuk mengakses portal pendidikan seperti portal yang disediakan secara gratis oleh Kemendikbud yaitu Rumah Belajar.

Meski Kemendikbud telah menyediakan portal tersebut, sekolah masih boleh berlangganan dengan portal pendidikan berbayar lainnya yang disediakan oleh pihak swasta.

Baca juga: Sebanyak 1.939 siswa ikuti O2SN di Aceh dan Jateng

Portal Rumah Belajar, kata Muhadjir, memang sudah disiapkan Kemendikbud selama dua tahun, oleh sebab itu kini waktunya dilakukan digitalisasi sekolah kepada sekolah-sekolah 3T tersebut.

Untuk koneksi internet di daerah tersebut, Muhadjir mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk menambah jaringan di tempat-tempat tersebut.

"Kebetulan Kominfo juga ada program untuk membangun jaringan-jaringan di daerah tersebut dan memprioritaskannya untuk sekolah dan Puskesmas," kata dia.

Sementara ketersediaan listrik, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kementerian ESDM, menurut dia, bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai listrik, maka akan diberi panel surya untuk memasok listrik.

"Mungkin listriknya belum bisa digunakan 24 jam, tetapi nanti belajarnya bisa secara offline," kata dia.

Rencananya penyaluran gawai tersebut akan dilakukan pada Oktober 2019, Muhadjir berharap tahun depan akan ada skema pendanaan lain untuk digitalisasi sekolah sehingga jangkauan sekolah yang dibantu akan lebih banyak lagi.

"Kami berharap tahun depan sudah ada 10 juta gawai yang dapat dibagikan untuk digitalisasi sekolah," kata dia.

Baca juga: Kemdikbud: O2SN bagian wujudkan generasi hebat
Baca juga: Kemendikbud: Wisata wellness dapat dikembangkan dari kearifan lokal

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menhan akan gandeng Kemendikbud bentuk komponen cadangan

Komentar