counter

Tekan karhutla, Astra Agro kembangkan sistem deteksi dini

Tekan karhutla, Astra Agro kembangkan sistem deteksi dini

Simulasi pemadaman api oleh Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT BIM di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019) (Dokumentasi PT BIM)

Selain deteksi dini, perusahaan juga menyediakan call center dan posko kebakaran yang siaga selama 24 jam bagi masyarakat sekitar.
Jakarta (ANTARA) - Sistem deteksi dini (early warning system) yang dikembangkan PT Astra Agro sukses menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Head of Fire Operation Management Astra Agro Wahyudi di Jakarta, Jumat, mengatakan selain deteksi dini, perusahaan juga menyediakan call center dan posko kebakaran yang siaga selama 24 jam bagi masyarakat sekitar.

"Layanan ini disediakan bagi masyarakat, jika ingin lapor atau butuh bantuan untuk mitigasi api, perusahaan siap membantu," ujarnya.

Perusahaan juga melakukan integrasi data melalui berbagai layanan seperti BMKG, Sipongi dan Lapan untuk meninjau titik panas yang berada di wilayah konsesi perusahaan.

Dengan tingkat keakuratan data lebih besar dari 80 persen, tambahnya, pihaknya dapat menerima informasi real time melalui layanan pesan singkat atau SMS.

Pihaknya juga bekerja sama dengan salah satu provider telekomunikasi dalam menyiapkan peringatan dini di area konsesi dan wilayah-wilayah sekitarnya. Semua informasi disampaikan melalui pesan singkat (sms) himbauan kepada masyarakat untuk menjaga wilayahnya bebas dari kebakaran.

Jika titik panas muncul di wilayah masyarakat tersebut berada, menurut dia,beberapa Kelompok Peduli Api binaan Astra Agro seperti Kelompok Masyarakat Peduli Api, Kelompok Nelayan Peduli Api, dan Kelompok Tani Peduli Api juga selalu siaga dan mampu mengatasi kebakaran yang terjadi di sekitar lahan masyarakat.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Erward Effendi mengapresiasi langkah, anak usaha Astra Agro yakni PT Borneo Indah Marjaya (BIM) yang punya andil besar dalam membantu menanggulangi karhutla di wilayah Paser ini.

Baca juga: KLHK lakukan penyidikan tiga perusahaan kebun sawit terkait karhutla

"Pemerintah mengharapkan perusahaan sawit lain yang ada di Paser dapat mencontoh PT BIM untuk berpartisipasi dalam berperan aktif dalam pencegahan karhutla,” kata Edward dalam apel siaga Karhutla di Paser, Rabu (28/8).

Dikatakannya, kecepatan indentifikasi dan akurasi atas setiap kejadian di lapangan serta yang penyebaran informasi secara cepat melalui pesan singkat maupun aplikasi pesan instan whats app menjadi kunci sukses mengantisipasi kathutla.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rahmat menyatakan, pihaknya selalu meng-update semua perkembangan di lapangan termasuk informasi yang disebarluaskan Astra Agro.

"Informasi merupakan bagian penting dari upaya preventif. Keterlibatan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) dan kegiatan penanggulangan juga kunci keberhasilan pencegahan karhutla,” katanya.

Ujang memastikan, pemerintah tidak pernah lalai untuk membina masyarakat mulai dari meningkatkan keterampilan hingga menyiapkan peralatan untuk penanganan kebakaran.

Baca juga: Astra Agro siagakan 1.036 personel antisipasi kebakaran hutan

Melalui pembinaan, tambahnya, penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan pada saat sudah terjadi kebakaran.

”Memasuki musim kemarau dan bahaya kebakaran tahun ini, kesiapan PT BIM dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan kalimantan menjaga konsesi dari kobaran api,” kata dia.

Sementara it Ketua Masyarakat Peduli Api Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Ancah, mengatakan kerjasama perusahaan dan masyarakat punya peran penting dalam pencegahan karhutla.

“Kalau skala apinya tidak terlalu besar, kami sudah mampu memadamkan sendiri. Tapi kalau sudah luas, kami melapor ke perusahaan untuk meminta bantuan dan perusahaan dengan peralatan yang sangat memadai selalu siap membantu” kata dia.

Pewarta: Subagyo
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jarak pandang di Bandara Palembang terganggu hingga akhir Oktober

Komentar