Jakarta (ANTARA News) - Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia Hariyadi Wiryawan menilai calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama memiliki kesempatan lebih besar dari pesaingnya senator dari Partai Republik John McCain dalam pertarungan menuju Gedung Putih dalam pemilihan umum tahun ini. "Saya lihat peluang Obama lebih besar dari dari McCain karena rakyat AS akan lebih mementingkan pertumbuhan ekonomi daripada politik luar negeri," katanya di Jakarta, Kamis, ketika diminta komentarnya terkait kemenangan Obama atas senator New York. Menurut Haryadi, dalam dua periode pemerintahan George W Bush ekonomi AS cenderung goyang sehingga rakyat AS akan lebih mengharapkan perbaikan perekonomian. "Dan sebagaimana pola klasik calon-calon dari Partai Demokrat, Obama akan lebih mengedepankan masalah ekonomi dan lingkungan hidup daripada keamanan," katanya. Namun, lanjutnya, Obama harus waspada dengan isu patriotisme yang sudah pasti akan dilancarkan kubu Republik untuk menyerang kebijakan politik Obama yang tidak bersifat konfrontatif dan lebih bersifat dialog. "McCain sudah pasti akan membawa isu patriotisme sebagai titik lemah Obama karena tidak membantu kepentingan AS di luar. Misalnya akan dikatakan bagaimana mungkin Obama duduk semeja dengan Iran dan Korea Utara di saat prajurit-prajurit muda AS mati di Irak," katanya. Oleh karena itu, kata Hariyadi, jika Obama bisa menggunakan isu keamanan untuk mengamankan AS di dalam negeri maka itu akan menguntungkan. Hal lain yang juga akan menguntungkan posisi Obama adalah bersatunya Obama-Hillary, yang dinilai Hariyadi lebih dari sekadar bersatunya dua agenda namun juga pendukung setia. Terkait dengan peluang hubungan Indonesia-AS pada masa depan jika Obama terpilih menjadi presiden AS, Hariyadi menilai secara umum tidak akan ada suatu perubahan. "Semua tergantung pada Indonesia, bisa tidak memanfaatkan," katanya. Namun, lanjutnya, bukan berarti Obama akan bersikap lembek jika Indonesia melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebijakan AS, misalnya dalam isu-isu HAM atau kekerasan. "Jika situasi HAM di Indonesia tidak baik, bukan tidak mungkin AS akan menekan Indonesia berdasarkan perintah Obama," ujarnya. Senator Illinois, Obama yang akan menjadi presiden pertama AS dari warga kulit hitam memperoleh delegasi yang cukup untuk menang melawan Senator New York Hillary Clinton bagi kandidat Demokrat. Ia memperoleh 2.156 delegasi dari 2.118 delegasi yang dibutuhkan untuk menjadi kandidat sedang kan Hillary memperoleh 1.933 delegasi.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008