counter

Sosok

"Animal rationale" Alex Oxlade-Chamberlain

Oleh AA Ariwibowo

"Animal rationale" Alex Oxlade-Chamberlain

Unggahan gelandang serang Liverpool, Alex Oxlade-Chamberlain, yang memperlihatkan dirinya menjalani masa pemulihan dari cedera. (instagram.com/alexoxchamberlain)

Jakarta (ANTARA) - Manusia sebagai animal rationale, artinya manusia dapat menata dan mampu mengatur perilaku dengan menggunakan akal waras dan kehendak bebas. Ini yang persis dimimpikan oleh Alex Oxlade-Chamberlain.

Baca juga: Ingin hidup Anda bermakna? Simak perjuangan Alex Oxlade-Chamberlain

Alex Oxlade-Chamberlain bermimpi dan bercita-cita Inggris mampu mendulang sukses dalam perhelatan Euro 2020, sebagaimana dikutip dari laman sky sports.

Dengan berkeinginan kemudian berbicara mengenai cita-cita maka gelandang yang kini berusia 26 tahun itu berharap bahwa sukses segera bersua asal dibarengi dengan kemampuan akal budi yang mumpuni.

Keinginan Alex Oxlade-Chamberlain tidak jatuh dari langit begitu saja. Saat berada di bar di London, ia tersentuh momen saat menyaksikan nukilan dari pawai Inggris ke semi-final Piala Dunia.

Berbekal kehendak bebas yang beralaskan pertimbangan akal budi yang jernih, Alex Oxlade-Chamberlain absen selama satu tahun dari sepak bola setelah menderita cedera lutut serius.

Baca juga: Oxlade-Chamberlain Terancam Absen Semusim Penuh

Ia tidak mampu membela Inggris di Piala Dunia yang dihelat di Rusia dan Liga Bangsa-Bangsa musim panas ini. Ia bahkan tidak bisa memperkuat Liverpool di final Liga Champions.

Harapan Oxlade-Chamberlain membuncah saat ia berangsur fit. Ia langsung dipanggil oleh bos Inggris Gareth Southgate untuk melakoni laga kualifikasi Euro 2020 mendatang melawan Bulgaria dan Kosovo.

Ketika ditanya apakah dia akan mendapat sedikit keberuntungan di Euro 2020, dia menjawab, "Ya, saya pikir begitu. Sebagai salah satu pemain bintang, sudah tertulis bahwa saya mampu mencetak gol kemenangan!"

"Saya tidak suka duduk santai sekarang dan mengatakan bahwa saya benar-benar beruntung tidak ikut tampil bermain dalam turnamen khusus ini."

"Waktunya memang tidak tepat. Terkadang kita terkendala oleh badai cedera, meski kesempatan terbuka lebar di depan kita. Untuk itu, tugas yang pertama dan utama yakni mengalahkan Bulgaria kemudian menundukkan Kosovo," katanya.

Oxlade-Chamberlain mengarfimasi sebagai manusia bebas untuk menentukan tindakan yang baik atau tidak baik.

"Tersedia lebih banyak harapan bertanding di turnamen berikutnya. Itu jelas tantangan menarik, dan saya pikir skuad ini memiliki kepercayaan diri."

Oxlade-Chamberlain mengisi waktunya selama masa pemulihan cedera dengan mengunjungi sejumlah rumah sakit dan mulai menekuni dunia bisnis.

Saat menjalani masa rehabilitasi cedera, ia tidak melupakan atau mengundurkan diri dari sepak bola.

"Di rumah," jawabnya ketika ditanya di mana dia menyaksikan Piala Dunia tahun lalu.

"Itulah kali pertama saya menonton pertandingan sepak bola bersama dengan penggemar sepak bola. Semua itu saya putuskan dengan pertimbangan akal budi," katanya pula.

Pertimbangan akal budi yang dikedepankan Oxlade-Chamberlain seirama dengan filosof klasik Yunani Cicero yang mengatakan, homo solus particeps rationis et cogitationis. Artinya, hanya manusia yang ikut ambil bagian dari nalar dan pikiran.

Saatnya, bernalar dan berpikir.

Baca juga: Sturridge pergi, Oxlade-Chamberlain ambil alih nomor punggung 15

 

Oleh AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar