counter

Haornas 2019

Puluhan jagoan olah raga dan esport terima penghargaan di Haornas 2019

Puluhan jagoan olah raga dan esport terima penghargaan di Haornas 2019

Sejumlah tokoh olah raga nasional menerima penghargaan yang diserahkan oleh Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi di acara puncak peringatan Hari Olah Raga Nasional 2019 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Banjarmasin, Kalimantan Selata (ANTARA) - Tiga atlet esport bersama puluhan pelaku olah raga menerima penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga di acara puncak peringatan Hari Olah Raga Nasional 2019 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu.

Total ada 91 pelaku olah raga yang mendapatkan penghargaan yang diserahkan di Menara Pandang Banjarmasin di tepi Sungai Martapura itu namun hanya 21 yang menerima secara langsung penghargaan dari Kemenpora tersebut.

Perwakilan atlet yang hadir antara lain Muhammad Faathir (angkat besi), Medina Warda Aulia (catur), Muhammad Akbar Kurniawan (berkuda), Muhammad Fadli Imammuddin (paracycling), Abdul Rahman Darwin. K. Latjanda (taekwondo), dan Rizky Faidan (esport).

Rizky belum lama ini keluar sebagai runner-up di partai puncak PES League World Final 2019 yang diselenggarakan di London, Inggris. Kemudian dua atlet esport lainnya yaitu Muchamad Lucky Ma'arif dan Rio Dwi Septiawan yang menajdi juara nomor beregu PES Asia Final berada di dalam daftar penerima penghargaan.

Kemudian juga ada purna-olahragawan yang diwakili Hasiati Lawole (atletik), Hero Pariyono (powerlifting), dan Gerardus Mayella Balaigeze (atletik).

Selain itu sejumlah pelatih seperti Waluyo, (para atletik), Aceng Supendi (rafting), dan Ghessa Salo (Badminton SO) dan Yuli Wulandari (wasit basket) turut naik ke panggung menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi.

Imam mengatakan jika Pemerintah akan terus memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi karena kehormatan suatu bangsa itu dipandang salah satunya ketika atlet meraih menjadi juara atau meraih medali emas di kejuaraan internasional.

Penghargaan dari pemerintah yang berbentuk uang tunai itu tentu tak cukup, kata Menpora, "tak seimbang dengan pengorbanan yang mereka lakukan karena mereka telah berjuang untuk martabat Indonesia dan Merah Putih."

Tema besar Haornas kali ini tak jauh berbeda dari perayaan sebelumnya yaitu memasifkan gerakan olah raga ke seluruh lapisan masyarakat.

Pada pagi hari, rangkaian puncak perayaan Haornas 2019 diawali dengan kegiatan sepeda santai Gowes Nusantara yang diikuti sekitar 7.000 peserta.

Kemudian, sebanyak 5.502 karateka, berbaris rapi di jalanan kota sepanjang Sungai Martapura untuk memecahkan rekor MURI untuk gerakan kata dengan peserta terbanyak.

Hal itu juga sejalan dengan program Kemenpora dalam hal pembudayaan olah raga dan tema Haornas kali ini.

"Ini menjadi pertanda masyarakat sudah berolahraga... ini juga berarti gerakan olah raga di sini sudah masif," demikian Deputi Pembudayaan Olah Raga Kementerian Pemuda dan Olah Raga Raden Isnanta.

Baca juga: Ribuan warga Banjarmasin saksikan puncak Haornas 2019

Baca juga: PB Djarum pamit jadi sorotan di Haornas 2019

Baca juga: Pameran Gebyar Haornas 2019 padukan unsur olahraga dan wisata

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan karateka pecahkan rekor MURI di Banjarmasin

Komentar