Bursa kerja di Kudus sediakan 4.600 lowongan baru

Bursa kerja di Kudus sediakan 4.600 lowongan baru

Pelaksana Tugas Bupati Kudus Hartopo didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, UKM Kudus Bambang TW dan Kasubdit Kelembagaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemenaker Lilik Setyarini meninjau gerai bursa kerja di Gedung Graha Murtika Kudus, Rabu (11/9/2019). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Jumlah perusahaan yang mengikuti pameran bursa tenaga kerja sebanyak 40
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan pameran bursa tenaga kerja dengan menyediakan 4.600 lowongan baru.

"Jumlah perusahaan yang mengikuti pameran bursa tenaga kerja sebanyak 40 perusahaan dari Kudus dan sekitarnya, dengan jumlah lowongan yang disediakan masing-masing perusahaan berbeda-beda," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kudus Bambang Tri Waluyo saat memberikan sambutan pembukaan bursa kerja di Gedung Graha Mustika Jati, Kudus, Rabu.

Perusahaan yang ikut dalam bursa kerja tersebut, di antaranya PT Hartono Istana Teknologi sebagai produsen elektronik bermerek Polytron, Pabrik Rokok Sukun, PT Sinas Mas Multifinance, PT Pura Barutama serta beberapa perusahaan dari Jepara, Demak dan sekitarnya.

Bursa kerja tersebut, kata dia, dibiayai oleh Kementerian Ketenagakerjaan yang digelar selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis (12/9/2019).

Masyarakat yang ingin memanfaatkan bursa kerja tersebut, tidak dikenakan biaya atau gratis.

"Jumlah pencari kerja selama ini cukup banyak karena kami mencatat sehari ada 50-60-an pemohon kartu pencari kerja," ujarnya.

Kasubdit Kelembagaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Lilik Setyarini menambahkan jangan sampai ada pungutan karena melanggar aturan.

Ia mengapresiasi terselenggaranya bursa kerja di Kabupaten Kudus karena bisa mengurangi pengangguran.

Berdasarkan data BPS pada Februari 2019 angkatan kerja relatif tinggi karena mencapai 136,18 juta orang, sedangkan angka pengangguran berkisar 6,8 juta orang.

"Masyarakat yang hendak mencari kerja masih mengalami hambatan, terutama keterbatasan informasi lowongan kerja," ujarnya.

Adapun tujuan bursa kerja adalah sebagai  ajang pertemuan langsung antara pencari dan pemberi kerja sehingga pencari kerja bisa memperoleh kerja sesuai bakat dan minatnya, sedangkan perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kudus Hartopo berterima kasih kepada perusahaan yang ikut bergabung dalam bursa kerja sehingga tersedia lowongan kerja hingga ribuan.

Ia mengakui di Kabupaten Kudus memang masih ada pengangguran. Meskipun jumlahnya hanya berkisar satu persen, namun keberadaan bursa kerja tetap dibutuhkan.

Baca juga: Kemnaker :Pengangguran Terbuka 2024 diproyeksikan turun jadi 6,56 juta
Baca juga: Pemerintah targetkan pengangguran turun sampai 5,1 persen pada 2020
Baca juga: 1.150 lowongan ditawarkan di Bursa Kerja Terbuka Surabaya 2019

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertamina dan Pemprov Jabar ekspansi kilang minyak Balongan

Komentar