counter

Saham China ditutup lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut

Saham China ditutup lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut

Ilustrasi - Seorang warga mengamati grafik pada layar informasi perdagangan saham di Shanghai Stock Exchange. ANTARA/REUTERS/Jason Lee

Nilai transaksi gabungan saham dalam kedua indeks tersebut menyusut menjadi 642,8 miliar yuan
Beijing (ANTARA) - Saham-saham China ditutup lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu, terseret oleh sektor minuman keras, setelah sehari sebelumnya menghentikan kenaikan enam hari berturut-turut.

Indikator utama Indeks Komposit Shanghai turun 0,41 persen menjadi berakhir di 3.008,81 poin, sementara Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China ditutup melemah 1,12 persen menjadi 9.853,72 poin.

Nilai transaksi gabungan saham dalam kedua indeks tersebut menyusut menjadi 642,8 miliar yuan (sekitar 90,8 miliar dolar AS) dari 696,3 miliar yuan pada hari perdagangan sebelumnya.

Jumlah saham turun melebihi yang naik, sebanyak 957 saham terhadap 437 saham di bursa Shanghai dan 1.490 saham berbanding 587 saham di bursa Shenzhen.

Pembuat minuman keras mencatat kerugian besar, dengan Wuliangye Yibin Co., Ltd., merek minuman keras terkemuka, merosot 5,82 persen menjadi 129,26 yuan per saham. Kweichow Moutai Co., Ltd., produsen alkohol top China, jatuh 4,83 persen menjadi 1.069,52 yuan.

Melawan tren penurunan, perusahaan-perusahaan di sektor keuangan dan industri batu bara mencatat kinerja yang kuat. Haitong Securities Co, Ltd naik 3,64 persen menjadi 15,67 yuan dan Shanxi Meijin Energy Co, Ltd melonjak pada batas harian 10 persen menjadi 12,09 yuan.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang China di papan bergaya Nasdaq, kehilangan 1,26 persen menjadi ditutup pada 1.703,54 poin.

Baca juga: Bursa saham China dibuka menguat, indeks Shanghai naik 0,29 persen
Baca juga: Pasar saham China berakhir lebih rendah, hentikan kenaikan enam hari

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar