counter

Sering berjemur picu masalah kulit

Sering berjemur picu masalah kulit

Seorang wisatawan berjemur di Pantai Natsepa, Ambon, Maluku, Minggu (21/4/2019). (ANTARA FOTO/ATIKA FAUZIYYAH)

Jakarta (ANTARA) - Alih-alih terhindar dari kekurangan vitamin D, sering berjemur justru bisa memunculkan masalah pada kulit, salah satunya kulit menua lebih cepat, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Pondok Indah-Puri Indah, dr Susie Rendra, SpKK.

Oleh karena itu, dia tak menyarankan orang-orang berjemur di bawah sinar matahari terlalu lama (lebih dari 10-15 menit di pagi hari) terutama jika sudah memunculkan efek sunburn atau terbakar.

"Sinar matahari bagus untuk tulang tapi enggak bagus untuk kulit," tutur Susie dalam diskusi media di Jakarta, Kamis.

Di sisi lain, Kim Pfotenhauer, asisten profesor dari Universitas Touro di California pernah mengatakan, menghabiskan sekitar 30 menit di bawah sinar matahari (sekitar pukul 09.00) dua kali per minggu sudah cukup membantu meningkatkan dan menjaga tingkat vitamin D.

"Anda tidak perlu berjemur di pantai untuk mendapatkan keuntungan ini. Jalan kaki cukup," kata dia.

Sebelum berkegiatan semisal berolahraga di luar ruangan, jangan lupa mengoleskan tabir surya dengan kandungam SPF 15-30.

Produk ini selain bisa membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinat matahari sekaligus antiaging yang paling ringan.

Baca juga: Pakai tabir surya tak cukup sekali dalam sehari

Baca juga: Berjemur Bisa Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Baca juga: Sinar matahari yang sehat itu ternyata bukan pagi-pagi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar