Kabut asap hambat pelayaran di Sungai Kayan, Kalimantan Utara

Kabut asap hambat pelayaran di Sungai Kayan, Kalimantan Utara

Kabut asap membuat perjalanan perahu terhambat menuju Tarakan dan Nunukan, Kalimantan. ANTARA/Iskandar/am.

Tanjung Selor (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda daerah tetangga membuat aktivitas pelayaran terhambat di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Angkutan Sungai, Danau dan Pelabuhan Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Datu Imam Suramenggala, di Tanjung Selor, Jumat, mengatakan bahwa sejak pukul 07.00 WITA perahu-perahu dari Pelabuhan Kayan II Bulungan tidak bisa berlayar di Sungai Kayan.

Setidaknya ada 10 perahu cepat dari Tanjung Selor yang menuju Tarakan dan Nunukan yang belum bisa berangkat.

"Jika satu speed boat 40 orang maka setidaknya ada 400 orang penumpang masih menumpuk di Pelabuhan Kayan II," kata Iman.

Kapal-kapal dari Pelabuhan Tarakan yang menuju Tanjung Selor juga perjalanannya terhambat karena kabut asap membuat jarak pandang tidak aman untuk pelayaran.

Kawasan Sungai Kayan, sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan Utara, masih berkabut pada pukul 09.30 WITA, membuat suasana terasa seperti subuh.

Gelombang yang cukup besar menambah hambatan kegiatan pelayaran saat jarak pandang menurun akibat kabut asap di kawasan sungai itu.

Baca juga:
KLHK segel 10 lahan konsesi yang terbakar di Kalimantan Barat
Wakapolri: Karhutla di Kalsel akibat pembukaan lahan pertanian

 

Pewarta: Iskandar Zulkarnaen
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petugas kesulitan atasi karhutla di 2 desa di Barito Kuala

Komentar