New York (ANTARA News) - Dana Anak-anak PBB UNICEF telah memutuskan hubungan dengan seorang miliarder dan penyokong keuangan Israel karena yang bersangkutan diduga terlibat dalam pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, UNICEF mengatakan Jumat. Lev Leviev, pengusaha perumahan dan permata adalah salah seorang terkaya di Israel, telah membantu UNICEF dengan sumbangan langsung dan tidak langsung dengan mensponsori sedikitnya satu pengumpul-dana UNICEF. Ia adalah pemimpin Africa Israel Investment (AFILO1.TA) yang oleh kelompok advokasi hak asasi Arab "Adalah" dituduh telah melakukan pembangunan permukiman yang dianggap tidak sah oleh PBB. UNICEF memutuskan untuk meninjau kembali hubungannya dengan Leviev setelah kampanye "Adalah" dan menemukan "sedikitnya alasan yang masuk akal untuk menduga" bahwa perusahaan Leviev telah membangun permukiman di wilayah yang diduduki, kata seorang pejabat UNICEF. "Saya dapat menegaskan bahwa UNICEF telah memberitahu 'Adalah' di New York bahwa badan ini tidak akan masuk ke dalam kemitraan atau menerima sumbangan keuangan dari Lev Leviev atau orang perusahaannya," Chris de Bono, seorang penasehat senior direktur eksekutif UNICEF, mengatakan. "Kami menyadari kontroversi yang mengelilingi Leviev karena keterlibatannya yang dilaporkan dalam kerja pembangunan di wilayah Palestina yang diduduki," kata de Bono, yang menambahkan bahwa merupakan kebijakan UNICEF untuk memiliki mitra yang "tidak sekontroversial mungkin". UNICEF tidak dapat mengatakan berapa banyak Leviev telah menyumbang sebagai perseorangan. Dalam kemitraan satu-satunya dengan UNICEF yang diketahui, Leviev tahun lalu menyumbang perhiasan permata pada acara fesyen di Perancis yang menguntungkan komite nasional Perancis untuk UNICEF, kata de Bono seperti dilaporkan Reuters. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2008