Lhasa, China (ANTARA News)- Para pejabat China, Minggu secara tiba-tiba membatalkan satu kunjungan telah direncanakan media asin ke sebuah kuil di Lhasa, ibukota Tibet yang jadi pusat aksi kekerasan anti China Maret lalu. Para wartawan asing yang diizinkan memasuki kota Lhasa untuk meliput perjalanan obor Olimpiade yang dijaga ketat itu menurut rencana akan mengunjungi kuil Jokhang, Minggu dalam satu lawatan yang diatur pemerintah. Akan tetapi Jokhang secara tiba-tiba dihapus dari rencana perjalanan tanpa penjelasan. Para biksu dari Jokhang diberitahu oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia Tibet agar berada di pusat protes-protes awal Maret yang meningkat menjadi kerusuhan anti China itu. Aksi kekerasan itu meluas ke seluruh Tibet dan memicu tindakan keras keamanan China. Pada 27 Maret, para biksu Jokhang melakukan interupsi dalam satu kunjungan media asing yang dikawal ketat, menyerukan pemulangan Dalai Lama dan mengecam China. Para wartawan asing, Minggu dibawa ke biara Sera, di mana polisi dapat mengawasi secara ketat para biksunya. Seorang Lama Budha Tibet atau orang suci di biara itu ditanya oleh wartawan asing apakah ia menginginkan Dalai Lama yang tinggal di pengasingan pulang. "Saya tidak dapat mengatakan apapun karena saya hanya seorang lama kecil. Keputusan itu tergantung pada pemerintah," katanya. Para pejabat China menutup Tibet untuk wisatawan asing dan wartawan sejak tindakan keras aparat keamanan itu. Keamanan ketat diberlakukan di kota itu Sabtu bagi perjalanan obor Olimpiade. Tetapi kota itu tampaknya kembali normal, Minggu, dengan tidak terlihatnya pasukan keamanan. Kemudian, para wartawan dibawa ke Istana Potala, bekas kediaman dan tempat kedudukan Dalai Lama. Istana itu tertutup bagi kunjungan wisatawan dan wartawan tidak diizinkan berkelilimg sendiri meninggalkan rombongan itu, demikian AFP.(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2008