BPOM sebut e-commerce permudah peredaran obat ilegal

BPOM sebut e-commerce permudah peredaran obat ilegal

Kepala BPOM Penny K. Lukito (tiga dari kanan) memberikan paparan terkait peredaran obat dan makanan ilegal, Senin (16/9/2019). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Salah satu penyebab penyakit masyarakat bahwa sebagian besar karena produk makanan
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut e-commerce atau jual beli dalam jaringan (daring) mempermudah peredaran jual beli obat dan makanan ilegal kepada masyarakat.

"Tantangan semakin banyak, salah satunya e-commerce, ini yang menjual produk secara bebas," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito di Jakarta, Senin.

Jual beli produk dalam jaringan merupakan salah satu fokus tantangan lembaga tersebut untuk mengawasi peredaran obat ilegal.

Ia mengatakan keberadaan e-commerce tidak hanya berdampak positif bagi ekonomi digital, namun masyarakat secara bebas bisa memperoleh produk-produk secara mudah meskipun belum teruji kualitasnya.

Biasanya, kata dia, masyarakat, khususnya konsumen, lebih mudah terpengaruh untuk membeli produk-produk yang dijual murah melalui e-commerce, tanpa memikirkan efek samping.

Baca juga: BPOM kuatkan pengawasan pangan olahan

Selain itu, kata dia, daerah-daerah di perbatasan juga menjadi tantangan BPOM untuk mengantisipasi peredaran obat dan makanan ilegal.

"Kemudian di era industri 4.0 juga menjadi tantangan BPOM bagaimana mendorong UMKM dalam negeri untuk mandiri dan berdaya saing," katanya.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengatakan masyarakat berhak mendapatkan obat dan makanan dengan catatan pemerintah harus memiliki proteksi dini dalam mengawasinya sebelum dikonsumsi.

"BPOM merupakan sebuah lembaga satu-satunya badan di negara ini yang bertugas sebagai benteng masyarakat mengawasi sekitar 500 triliun industri makanan, minuman, obat, dan kosmetik," katanya.

Ia menyebut 70 triliun di antaranya merupakan industri obat, 100 triliun industri kosmetik, dan sekitar 300 hingga 400 triliun industri makanan dan minuman.

Tingginya angka tersebut, kata dia, merupakan tanggung jawab pemerintah, khususya BPOM, dalam memberikan jaminan kepada masyarakat.

"Salah satu penyebab penyakit masyarakat bahwa sebagian besar karena produk makanan," kata dia.

Berdasarkan data yang dimilikinya, 10 macam penyakit ditangani BPJS Kesehatan di antaranya stroke, jantung, kanker, gagal ginjal, dan diabetes karena gaya hidup tidak sehat, terutama konsumsi makanan dan minuman.

Baca juga: BPOM: Rokok dalam bentuk apa pun, berbahaya bagi kesehatan.
Baca juga: BPOM: Label "bebas minyak sawit" kurangi daya saing

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPOM edukasi milenial soal keamanan pangan

Komentar