counter

RT tingkatkan pengawasan usai penggerebekan terduga teroris Cilincing

RT tingkatkan pengawasan usai penggerebekan terduga teroris Cilincing

Rumah tempat tinggal terduga teroris MA (21) yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Kepolisian Indonesia, Senin (23/9/2019). Terduga tinggal bersama kakak, ayah beserta keponakannya dan rumah itu milik kakaknya. ANTARA/Laily Rahmawaty

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua RT 013/04 Kelurahan Semper Barat, Evi (58), akan meningkatkan pengawasan warga yang tinggal maupun pendatang pascapenggerebekan terduga teroris di Kapling Tipar Timur, RT 013/04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

"Yang pasti akan lebih waspada lagi, saya akan lakukan 'penyapuan' rumah-rumah warga terutama pendatang dan kontrakan," kata Evi saat ditemui di lokasi kejadian, Senin.

Evi tidak mau peristiwa serupa terulang kembali. Apalagi di wilayah kapling tempat tinggalnya dicap sebagai tempat teroris. "Pasti jadi omongan, saya tidak mau RT saya dicap teroris. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi," katanya.

Ia menyebutkan total ada sekitar 200 warga yang tinggal di RT 13, jumlah tersebut belum termasuk pengontrak, dan dia mengaku mengenal dekat terduga MA dan keluarganya. Warga maupun pihak keluarga terguncang dengan kejadian tersebut.

Juga baca: Terduga teroris Cilincing rakit bom daya ledak tinggi

Juga baca: Densus 88 ledakkan bahan peledak milik terduga teroris di Jakut

Juga baca: Teroris MA diduga belajar rakit bom di Jawa Timur

Evi mengatakan banyak warga, termasuk keluarga tidak menyangkan Arsyad atau MA menjadi terduga teroris. "Anaknya pendiam, baik pula, ramah sama tetangga membaur seperti orang biasa, tidak ada gelagat mencurigakan," kata Evi.

Karena kejadian, lanjut Evi, ayah terduga bernama Abdul Gani (69) juga terguncang dan menangis anaknya ditangkap terkait teroris.

Evi mengatakan terduga merupakan warga asli yang lahir di tinggal di Kapling Tipar Timur. Nenek terduga merupakan orang pertama yang menempati kawasan tersebut.

"Saya sudah tinggal di sini sejak 1975, nenek Arsyad itu orang pertama yang tinggal di Kapling sini," kata Evi.

Sebelumnya, anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Indonesia dan Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang terduga teroris berinisial MA (21) di Kamplingan Tipar Timur RT03/04, Cilincing, Senin (23/9).

Dari tangan terduga teroris, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa bahan peledak berdaya ledak tinggi jenis THTP.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabupaten PPU siap gantikan Jakarta sebagai Ibu Kota

Komentar