Sekretariat DPRD Jabar hitung kerusakan akibat demo mahasiswa

Sekretariat DPRD Jabar hitung kerusakan akibat demo mahasiswa

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat bentrok dengan petugas kepolisian saat aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa (24/9/2019). Aksi yang diikuti oleh mahasiswa, pelajar dan warga yang menuntut untuk menolak RUU yang dianggap bermasalah tersebut berakhir ricuh dan bentrok. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/pd. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Bandung (ANTARA) - Sekretariat Dewan Perwakilan Provinsi Daerah Provinsi Jawa Barat sedang menghitung jumlah kerusakan/kerugian di Gedung DPRD Jabar akibat aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu.

"Kalau nomimal pasti untuk total berapa rupiah kerugian atau kerusakan akibat demo kemarin belum karena sampai saat ini masih kami himpun datanya. Jadi kalau data pastinya mah belum ada," kata Kabag Humas dan Protokol pada Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, Yedi Sunardi ketika dihubungi pada Kamis.

Yedi mengatakan sejumlah kerusakan akibat demo mahasiswa di Gedung DPRD Jabar diantaranya pagar depan runtuh, pintu gerbang masuk rusak, lampu-lampu taman rusak, taman depan yang rusak dan megatron yang berdiri dekat pintu gerbang masuk.

"Yang kasat mata sudah jelas mah itu kerusakan ada pagar runtuh, pintu gerbang rusak, lampu-lampu taman rusak, taman sudah jelas hancur akibat diinjak-injak. Lalu ada megatron. Nah itu yang mahal adalah megatron. Belum tau berapa tapi kayanya mahal, soalnya jadi enggak berfungsi," kata dia.

Baca juga: Demo Mahasiswa - Polisi amankan 68 orang pascaaksi di DPRD Jabar
Baca juga: Polisi halau mahasiswa yang masih berkumpul di Gedung Sate
Baca juga: Mahasiswa masih bertahan hingga malam di sekitar Gedung DPRD Jabar


Menurut dia, bagian umum Sekretariat DPRD Jabar sudah memperbaiki kerusakan akibat demo di Gedung DPRD Jabar.

"Kita mah karena menjaga keamanan ya dikerjakan dulu sendiri. Yang penting mah jadi aman lagi. Terlindungi lagi. Pagar langsung dah ajeg lagi. Untuk anggaran pemeliharaan ada, tapi untuk yang itu enggak ada. Hanya anggaran rutin yang ada mah," kata dia.
 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi mahasiswa di Bandung diduga disusupi kelompok Anarko Syndicalisme

Komentar