Curah hujan rendah, Kalimantan Utara rawan kebakaran

Curah hujan rendah, Kalimantan Utara rawan kebakaran

Dokumentasi kebakaran hutan. ANTARA FOTO/HO/Heribertus Suciadi-IAR Indonesia

Nunukan (ANTARA) - Intensitas curah hujan yang menurun dikhawatirkan bisa membuat Kalimantan Utara menjadi rawan kebakaran. PMG Pertama BMKG Nunukan, Taufik Rahman, di Nunukan, Sabtu berdasarkan pantauan satelit bahwa penurunan curah hujan di Kaltara berpotensi terjadi kebakaran.

Namun pada intinya, situasi cuaca masih berawan mulai pagi hingga malam tetapi tidak berpotensi terjadi hujan.

Ia mengatakan, penurunan curah hujan di Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Nunukan telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Akibat penurunan curah hujan ini maka perlu diwaspadai agar tidak melakukan pembakaran lahan.

Ia menambahkan, situasi kabut asap sendiri sudah mulai hilang sehingga jarak pandang telah mencapai 6.000 meter.

Ini menandakan kondisi cuaca mulai membaik berkat kabut asap yang telah menghilang. Hanya saja, masyarakat perlu dipesankan benar-benar agar tidak membakar hutan.

Juga baca: Kabut asap seakan jadi "tradisi" tahunan

Juga baca: Kalimantan Barat koordinasi penguatan penanggulangan karhutla

Juga baca: BNPB: 328.724 hektare hutan-lahan terbakar selama Januari--Agustus

Pewarta: Rusman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar