KPK panggil tiga politisi PKB saksi kasus PUPR

KPK panggil tiga politisi PKB saksi kasus PUPR

Ilustrasi Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin memanggil tiga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam penyidikan kasus korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Tiga politisi itu dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur atau Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group) Hong Artha John Alfred (HA).

Baca juga: KPK panggil anggota DPR Fraksi PKB Helmy Faishal
Baca juga: KPK panggil anggota BPK Rizal Djalil

"Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi untuk tersangka Hong Artha John Alfred (HA) terkait tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Tiga politisi PKB itu, yakni Fathan, Jazilul Fawaid, dan Helmy Faishal Zaini.

Diketahui, Hong Arta ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2018 lalu. Ia merupakan tersangka ke-12 dalam kasus di Kementerian PUPR tersebut.

Ia memberikan suap kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary senilai Rp10,6 miliar dan juga memberikan suap kepada mantan anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp1 miliar.

Dalam kasus itu, Amran telah divonis 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 4 bulan kurungan karena menerima Rp2,6 miliar, Rp15,525 miliar, dan 202.816 dolar Singapura.

Selain itu, Damayanti juga telah divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima 278.700 dolar Singapura dan Rp1 miliar.


Baca juga: (Anggapan) Sebelah mata pencegahan korupsi KPK
Baca juga: KPK panggil anggota DPR Jazilul Fawaid terkait kasus proyek PUPR
Baca juga: KPK panggil anggota DPR Fathan terkait kasus PUPR

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres nilai digelarnya CDI di Yogyakarta pilihan tepat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar