counter

Dharmayukti karini partisipasi ringankan beban penungsi

Dharmayukti karini partisipasi ringankan beban penungsi

Organsiasi Dharmayukti Karini Cabang Ambon yang merupakan gabungan dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Militer, Pengadilan Agama, serta Pengadilan Tata Usaha Negara ikut berpartisipasi meringankan beban para pengungsi korban gempa bumi tektonik di Negeri Waai dan Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah. (9/10) (Daniel Leonard)

Kami ikut berpartisipasi meringankan beban warga kita yang kena musibah gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 pada Kamis, (26/9),
Ambon (ANTARA) - Organsiasi Dharmayukti Karini Cabang Ambon yang merupakan gabungan dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Militer, Pengadilan Agama, serta Pengadilan Tata Usaha Negara ikut berpartisipasi meringankan beban para pengungsi korban gempa bumi tektonik di daerah itu.

"Dharmayukti Karini merupakan gabungan dari empat kantor pengadilan tingkat pertama yang berinisiatif mengumpulkan sedikit bantuan untuk disalurkan hari ini," kata Ketua Pengadilan Negeri Ambon, Pasti Tarigan di Ambon, Rabu.

Menurut dia, bantuan yang terkumpul hari ini lansung diantarkan ke lokasi pengungsian di Negeri Tulehu dan Negeri Waai, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah.

Baca juga: ACT bantu 100 ton logistik korban gempa Maluku

"Kami ikut berpartisipasi meringankan beban warga kita yang kena musibah gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 pada Kamis, (26/9) hingga menimbulkan kerusakan bangunan dan adanya korban jiwa maupun luka-luka," jelasnya.

Apalagi hingga saat ini masih terus terjadi gempa bumi susulan yang sudah mencapai lebih dari 1.300-an kali sehingga membuat warga yang terutama rumah mereka mengalami kerusakan berat harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Sampai dengan Rabu, (9/10) pagi hari juga masih terjadi gempa bumi susulan yang beruntun sehingga membuat orang menjadi panik.

Baca juga: ACT bangun selter bagi korban gempa Maluku

Menurutnya, bantuan yang disalurkan ke Negeri Tulehu dan Negeri Waai ini umumnya berupa bahan kebutuhan pokok setiap hari seperti beras, telur, mie instan dan kebutuhan penting lainnya.

Seluruh bantuan berupa bahan kebutuhan pokok ini telah dikemas rapih dan diangkut dengan dua unit mobil langsung diantarkan ke posko pengungsi Negeri Tulehu dan Negeri Waai.

Baca juga: Warga ambon berhamburan akibat dua gempa beruntun
 

Pewarta: Daniel Leonard
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah alam bagi anak-anak korban bencana

Komentar