Gubernur NTB pastikan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika tetap jalan

Gubernur NTB pastikan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika tetap jalan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah. (ANTARA/Nur Imansyah).

Saya salah satu orang yang optimis sirkuit ini akan selesai.
Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zulkieflimasnyah memastikan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, tetap berjalan sesuai rencana.

"Semua tetap on the track, tidak ada yang berubah," ujarnya usai mengikuti pelantikan pimpinan definitif DPRD NTB di Kota Mataram, Kamis.

Zulkieflimansyah mengakui bahwa kalau pun ada kendala soal pembebasan lahan adalah hal yang biasa sebab lahan yang belum dibebaskan tinggal sedikit, yakni 2,5 hektare.

"Dalam pembangunan tentu ada kerikil-kerikil kecil, tapi Insya Allah tidak ada yang tidak selesai dengan dialog," katanya.

Orang nomor satu di NTB itu menegaskan, meski ada keraguan dari sejumlah orang terkait pembangunan sirkuit tersebut, dirinya tetap optimistis pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika tetap dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

"Saya salah satu orang yang optimis sirkuit ini akan selesai," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB angkat bicara soal keraguan proyek sirkuit Mandalika

Sebelumnya, puluhan warga melakukan penghadangan dan menghalangi aktivitas alat berat yang tengah melakukan pengerukan dan penataan lahan Sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika itu.

Tidak hanya itu, warga yang berasal dari dua dusun, yakni Dusun Ujung Lauk dan Bunut melakukan pemagaran lahan sirkuit. Aksi puluhan warga itu dilakukan selama dua hari pada akhir September 2019. Mereka mengklaim sebagai pemilik lahan di lokasi tersebut yang dibuktikan dengan dokumen-dokumen berupa sporadik dan sertifikat tanah yang pemerintah.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC memastikan proses pembangunan sirkuit jalan raya (Street Circuit) dan penyelenggaraan MotoGP  2021 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, akan berjalan sesuai rencana dan jadwal yang ditetapkan.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer mengatakan pembangunan Mandalika Street Circuit untuk penyelenggaraan MotoGP mulai 2021 telah menyelesaikan proses pengukuran topografi dan penyelidikan tanah. Dan, saat ini telah memasuki tahap "land clearing" dan pemagaran sekeliling area sirkuit.

Dari pagar keliling sepanjang 6,25 km, telah terbangun 2,5 km atau sekitar 42 persen. Sementara itu land clearing mencapai 98.000 m2 dari rencana 432.000 m2.

Baca juga: Menpar akan tinjau progres Sirkuit MotoGP Mandalika

"Kami pastikan pembangunan Mandalika Street Circuit saat ini berjalan sesuai rencana, yaitu memulai konstruksi pada Oktober 2019. Selain kegiatan di lapangan yang fokus pada area sirkuit, berupa pemagaran yang hampir mencapai 50 persen dan land clearing," ucap Abdulbar.

Proses homologasi desain Mandalika Street Circuit juga telah menyepakati Center Line desain sirkuit, artinya telah menyepakati titik-titik koordinat, panjang, dan lengkung lintasan satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan kesepakatan Center Line tersebut, ITDC bersama mitra kerja pembangunan Mandalika Street Circuit, yaitu Mrk1 Consulting dan Vinci Construction Grands Projects, investor Mandalika Street Circuit, tengah menyiapkan dokumen homologasi yang akan diserahkan kepada Federation Internationale de Motocyclisme/International Motorcycling Federation (FIM) dalam waktu dekat.

Baca juga: Puluhan warga halangi pembangunan Sirkuit Mandalika

Selanjutnya dokumen homologasi yang telah disetujui FIM akan menjadi dasar penyusunan Detailed Engineering Design (DED) atau gambar kerja yang mencakup rencana teknis, arsitektur, struktur, mekanikal, elektrikal dan tata lingkungan sebelum memulai tahapan konstruksi pada Oktober 2019.

"Sejak Mandalika Street Circuit disepakati menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, kami mengikuti setiap proses perencanaan, khususnya homologasi sirkuit dengan hati-hati dan sesuai ketentuan, untuk memastikan sirkuit dapat digunakan mulai 2021 dengan tingkat safety sesuai standarisasi FIM dan Dorna," katanya.

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Irigasi tetes solusi lahan tandus di Lombok Utara

Komentar