Jombang (ANTARA News) - Korban pelaku mutilasi dan pembunuhan berantai yang dilakukan Verry Idham Henyansah alias Ryan (34), warga Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jatim, Selasa, diduga bertambah satu orang lagi. Bertambahnya jumlah korban pembunuhan yang dilakukan Ryan dari hari ke hari menimbulkan dugaan, ada korban lain yang masih belum diakui Ryan. Seperti halnya adanya laporan kehilangan dari salah seorang warga Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang, Lin Heny (51) ke Polres Jombang pada Selasa (29/7), sekitar pukul 12.00 WIB. Lin Heny melaporkan ke petugas kepolisian setempat bahwa anaknya bernama Hendro Liyono (29), hilang pada 1 Desember 2006 lalu setelah diajak oleh seorang temannya bernama Anto (diduga Ryan) untuk bekerja di Malaysia. "Saat itu, Hendro cuma sempat pamit saya untuk bekerja ke Malaysia, tapi semenjak pergi hingga dua tahun ini tidak ada kabar", katanya saat ditemui di kediamaanya. Menurut dia, sebelumnya Hendro bekerja di Rumah Makan Tevoli, Jalan Wahid Hasyim, Jombang. Hendro sendiri memiliki seorang istri bernama Suliyem yang saat ini bekerja di Taiwan dan seorang anak perempuan kini tinggal di rumah mertuanya di Kertosono, Nganjuk. Dari pengakuan Herman, kata dia, ia pergi ke Malaysia melalui salah satu temannya bernama Antok yang mengaku warga Tebu Ireng, Jombang. Selain itu, Antok juga kos di daerah Singgahan, Kecamatan Kota Jombang. "Sempat Herman `SMS` kalau uang untuk biaya ke Malaysia kurang, sehingga minta uang saya sebesar Rp1,3 juta untuk tambahan", katanya mengungkapkan. Namun uang tersebut, diminta untuk diserahkan ke tempat kosnya Antok di daerah Singgahan. Kebetulan yang mengantar uang tersebut yakni istrinya dan kerabatnya, Yenni. "Waktu nganter Mbak Suliyem ke rumahnya Antok, ternyata rumah tersebut kos perempuan. Sehingga uang tersebut tidak sampai ke tangan Anto", kata Yenni menambahkan. Mendapati hal itu, Suliyem mencoba untuk menghubungi suaminya dengan menelponnya, namun tidak ada jawaban. Sejak saat itu, hingga saat ini tidak diketahui kabarnya. Dikarenakan adanya kasus pembunuhan yang dilakukan Ryan yang semuanya berawal dari laporan kehilangan pihak keluarga. Sehingga pihak keluarga Herman melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jombang. Hilangnya Hendro diduga memiliki benang merah dengan kasus pembunuhan yang dilakukan Ryan, karena menurut keterangan Suprayitno, suami dari Nanik Hidayati yang menjadi salah satu korban Ryan yang kuburannya terungkap Senin (28/7) lalu saat penggalian di rumah Ryan, Ryan juga mengaku bernama Anto. Sementara itu, Hendro merupakan tetangga dari Nanik yang menjadi korban pembunuhan tersebut. Kapolres Jombang, AKBP Khosim membenarkan adanya laporan orang hilang itu, dan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap laporan tersebut. "Saya tidak bisa memastikan benar atau tidak, tapi kami akan menelusuri laporan tersebut", katannya. Hingga kini jumlah korban pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan mencapai 11 orang. Sepuluh jenazah korban diantaranya berhasil ditemukan di belakang pekarangan rumahnya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang.(*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2008