Joko Anwar cari penulis skenario untuk Jagat Sinema Bumilangit

Joko Anwar cari penulis skenario untuk Jagat Sinema Bumilangit

Sutradara film Joko Anwar menghadiri peluncuran "3rd Malaysia International Film Festival & Malaysia Golden Global Awards" (MGGA) di Sunway Velocity Mall, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/7/2019). ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman/foc.

nanti ada beasiswa untuk jadi penulis skenario, bukan enggak mungkin pendidikannya di luar Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Produser Kreatif Jagat Sinema Bumilangit Joko Anwar mengajak orang-orang yang punya keinginan menjadi penulis skenario untuk bergabung mengembangkan adaptasi layar lebar dari karakter komik lokal Indonesia.

Setelah "Gundala", Bumilangit akan mengadaptasi komik "Sri Asih" dan "Virgo and the Sparklings". Setelah itu masih ada sederet judul yang akan difilmkan dan butuh banyak sumber daya manusia untuk mewujudkannya.

"Enggak perlu harus yang ahli. Kalau enggak pernah nulis tapi ada potensi, nanti ada beasiswa untuk jadi penulis skenario, bukan enggak mungkin pendidikannya di luar Indonesia," kata Joko di atas panggung Indonesia Comic Con, Jakarta Convention Center, Sabtu.

Di pesta budaya populer tahunan tersebut, Jagat Bumilangit mengumumkan peluncuran komik terbaru Hasmi "Bangkitnya Ki Wilawuk" hingga peresmian klub penggemar Rakyat Bumilangit.

Baca juga: Komik terakhir Hasmi "Bangkitnya Ki Wilawuk" terbit dalam Comic Con

Sutradara "Gundala" itu juga menuturkan pengalamannya ketika diundang ke festival film internasional di Toronto yang menayangkan film perdana Jagat Sinema Bumilangit tersebut.

Joko mengenang besarnya antusiasme dari penonton di Toronto, begitu pula dengan orang-orang yang berkecimpung di industri perfilman mancanegara.

"Karena enggak pernah ada yang menantang eksistensi sesuatu yang lebih besar, dan tantangan itu datang dari negara yang enggak disangka-sangka, Indonesia," kata dia.

Baca juga: Superhero Indonesia hanya soal waktu

Baca juga: "Gundala" disambut hangat dalam Toronto International Film Festival

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gundala, tembus festival film internasional

Komentar