Liga Inggris

Liverpool kejar gelar Liga Premier ketimbang Champions

Liverpool kejar gelar Liga Premier ketimbang Champions

Para pemain Liverpool merayakan gol penentu kemenangan atas Leicester City dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Sabtu (5/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Carl Recine)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Liverpool Peter Moore mengatakan klubnya lebih mengejar gelar Liga Premier ketimbang Champions sebagai barometer kesuksesan Merseyside setelah mereka mengalami paceklik titel liga sejak 1990.

Pasukan Jurgen Klopp itu merupakan klub pemegang gelar juara Liga Champions terbanyak di Inggris yakni enam titel, setelah sebulan sebelumnya mereka gagal merengkuh trofi Liga Premier karena kalah satu poin dari Manchester City.

Liverpool saat ini menempati posisi puncak klasemen sementara Liga Premier 2019/2020, unggul delapan poin dari City dan diperkirakan akan mengakhiri paceklik gelar liga mereka selama 30 tahun.

Baca juga: Hasil dan klasemen Liga Inggris: suporter Liverpool patut sumringah

"Saya kira itu yang diinginkan para penggemar. Kami sangat dekat untuk menang musim lalu dengan 97 poin dan di tahun lain kami akan memenanginya," ujar Moorse seperti dilansir AFP.

"Tapi klub terus berjalan dan saya pikir gelar (Liga Premier), bagi banyak penggemar, harus duduk bersamaan dengan kemenangan di Liga Champions sebagai barometer kesuksesan klub."

Sementara itu, City yang merupakan rivalnya telah memenangi empat gelar Liga Premier dan Champions serta dua titel FA Cup sejak 2011. Namun Moore menyatakan Liverpool memiliki jalannya sendiri.

"Yang harus dilakukan oleh Liverpool adalah mendatangkan manajer dan skuat kelas dunia, yang sudah kami punya sekarang. Dan tetap menjaga kondisi keuangan klub, kami sudah lakukan itu."

Baca juga: James Milner yang gemar belajar meski kini berusia 33 tahun

Selain itu, Moore mengungkapkan bahwa kemenangan di Liga Champions memberikan dampak besar bagi The Reds yakni menaikkan level mereka menjadi salah satu klub terkaya di Eropa.

Sembilan tahun lalu, Fenway Sports Group, New England Sports Ventures telah membayar 380 juta dolar AS untuk membeli klub.

"Ketika kami melihat kesehatan klub, revenue kami naik dua kali lipat pada lima tahun ini dan sudah diinvestasikan lagi untuk klub."

"Dia (Klopp) telah membangun chemistry (dengan klub), dan para pemain tampil memuaskan, termotivasi dan bersemangat untuk menang. Bukan hanya untuk Jurgen dan para staff, tapi juga penggemar di seluruh dunia."

Baca juga: Liverpool masih jauh dari menjuarai Liga Inggris

Baca juga: Soal sapu bersih Liverpool, Klopp: masih ada 30 pertandingan

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar