EIB tunda penghentian pinjaman untuk industri bahan bakar fosil

EIB tunda penghentian pinjaman untuk industri bahan bakar fosil

Ilustrasi sejumlah pekerja melakukan aktivitas penambangan pada salah satu perusahaan tambang batu bara di Kecamatan Montallat, Kab. Barito Utara, Kalteng, Minggu (11/3). (ANTARA/Kasriadi)

Brussel (ANTARA) - Bank Investasi Eropa (EIB), lembaga penyalur kredit antarbangsa terbesar dunia, menunda pengambilan keputusan terkait penghentian pinjaman untuk proyek energi bahan bakar fosil seperti batu bara sampai November, kata pejabat senior EIB, Selasa.

Alasannya, pihak Bank masih menyusun beberapa detail terkait rencana menghentikan penyaluran dana untuk industri batu bara yang menjadi salah satu sumber bahan bakar minyak.

Rencana itu dibuat karena Presiden EIB, Werner Hoyer, ingin lembaganya hanya mendanai proyek pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hoyer pada Juli mengusulkan agar EIB berhenti mendanai proyek pembangunan yang terkait dengan bahan bakar fosil pada akhir 2020.

Baca juga: Indonesia masih perlu bahan bakar fosil

Namun, Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa dan pemilik saham terbesar EIB, menginginkan lembaga penyalur kredit itu tetap mendanai proyek eksplorasi gas alam.

"Terkait dengan diskusi pagi ini, saya yakin kami akan mencapai mufakat dan kesepakatan akhir pada November," kata Wakil Presiden EIB, Andrew McDowell.

Dewan EIB yang terdiri dari menteri-menteri keuangan di negara anggota Uni Eropa, telah membahas beberapa kebijakan untuk mengubah wajah Bank Investasi Eropa agar lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah yang ditempuh, EIB akan berhenti mendanai proyek energi dari bahan bakar fosil.

Baca juga: Dokumen: Negara kaya lebih banyak danai ekspor teknologi bahan bakar fosil

Walaupun demikian, beberapa negara hingga saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas. Alhasil, mereka pun menolak rencana EIB menghentikan penyaluran pinjaman secara total ke industri tersebut.

Jerman, Italia, Polandia, Latvia, dan Spanyol merupakan negara-negara yang ingin EIB tetap mendanai proyek eksplorasi gas bumi guna membantu proses peralihan dari batu bara ke energi nuklir.

Negara-negara itu turut berdalih kebijakan mendanai gas bumi merupakan upaya memastikan ketahanan energi di Eropa.

McDowell mengatakan tertundanya keputusan EIB itu jadi kesempatan beberapa negara memikirkan kembali rencana EIB.

Baca juga: Listrik bisa jadi jawaban lepas dari ketergantungan bahan bakar fosil

Pasalnya, beberapa negara sempat meminta klarifikasi dari EIB terkait proposal menghentikan secara total proyek energi bahan bakar fosil pada akhir 2020.

Data EIB menunjukkan sekitar dua miliar Euro (setara dengan 2,10 miliar dolar AS) telah dikucurkan untuk mendanai proyek energi dari bahan bakar fosil pada tahun lalu. Dana itu juga dialokasikan untuk mendukung program legislasi ramah lingkungan negara-negara Uni Eropa dan mendanai kegiatan pegiat lingkungan.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah diminta serius tingkatkan investasi energi hijau

Komentar