Kemenlu Australia monitoring PAUD HI di Lombok Utara

Kemenlu Australia monitoring PAUD HI di Lombok Utara

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar (kiri dua), memberikan cenderamata kepada perwakilan Kemenlu Australia (kanan dua), di Kabupaten Lombok Utara, NTB. ANTARA/HO/Humaspro KLU

Mataram (ANTARA) - Jajaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Australia melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Bara, untuk memonitor pengembangan pendidikan anak usia dini holistik integratif (PAUD HI).

Berdasarkan rilis yang diterima di Mataram, Rabu, perwakilan Kemenlu Australia diterima oleh Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, bersama jajarannya.

Sebelum bertemu bupati, rombongan Kemenlu Australia melakukan peninjauan pelaksanaan program Save The Children dengan meninjau beberapa PAUD di Kecamatan Bayan, dan Kecamatan Kayangan.

Save The Children mendapat pendanaan dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Save The Children adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional dari Australia yang bergerak dalam bidang promosi hak-hak anak, penyediaan bantuan dan membantu mendukung anak-anak di negara-negara berkembang.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengatakan, kerja sama yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan Pemerintah Australia melalui Save The Children memberikan dampak yang sangat bagus terhadap perkembangan PAUD HI.

"Dengan pendampingan yang dilakukan selama ini di Lombok Utara, memberikan semangat kepada pengelola PAUD, terlebih pascabencana menerpa 2018, mereka tetap eksis melaksanakan pembelajaran dengan konsep bermain," katanya.

Sementara itu, perwakilan Save The Children Silverius Tasman Muda, mengatakan pihaknya telah melaksanakan program gema literasi, yaitu inovasi dengan kegiatan meningkatkan kapasitas para guru dan memperbanyak buku bacaan pada 2018.

Pihaknya juga mengimplementasikan program transisi dengan tujuan mempersiapkan anak-anak supaya lebih siap menuju pendidikan dasar. Program tersebut dilaksanakan lebih spesifik untuk PAUD.

Ia menambahkan kegiatan yang dilakukan fokus pada upaya meningkatkan kapasitas guru PAUD, layanan kesehatan, dan perlindungan anak.

"Sekarang kami sedang mengimplementasikan program transisi. Tujuannya untuk mempersiapkan anak-anak supaya lebih siap menuju pendidikan dasar," ujarnya.

Program Save The Children direncanakan selama empat tahun, mulai 2018-2021. Fokus program tersebut adalah memberikan pendampingan kepada 30 pengelola PAUD di Kabupaten Lombok Utara.

Bunda PAUD Kabupaten Lombok Utara, Hj Rohani Najmul Akhyar mengatakan, pendampingan Save The Children di daerahnya pada awalnya ada 60 PAUD, tetapi pelaksana program hanya mendampingi 30 PAUD.

Namun begitu, pihaknya menginginkan di setiap kecamatan didampingi, baik oleh Save The Children maupun pihak lainnya. Sebab, Save The Children hanya empat tahun melakukan pendampingan.

"Masa pendampingan yang terbatas dari Save The Children kemudian harus menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk melakukan hal yang sama terhadap PAUD yang tidak didampingi oleh Save The Children," katanya.

Pewarta: Awaludin
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Irigasi tetes solusi lahan tandus di Lombok Utara

Komentar