Liga 1 Indonesia

Borneo bersumpah balas kalahkan Bali United

Borneo bersumpah balas kalahkan Bali United

Pelatih Borneo FC Mario Gomez didampingi Nurdiansyah pada sesi konferensi press di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (17/10). (Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Borneo FC bertekad membalas kekalahan atas Bali United pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat 18 Oktober esok.

Pada 28 Agustus lalu "Pesut Etam" dipaksa takluk 1-2 kepada tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Giayar, Bali.

Kekalahan tersebut memutus rekor tak pernah kalah "Pesut Etam"  dalam sembilan pertandingan terakhir.

Pelatih Borneo FC Mario Gomez kepada awak media di Samarinda, Kamis, mengharapkan pemain-pemainnya punya motivasi besar untuk membalas kekalahan itu.

"Saat ini kami tampil di kandang, dan sudah pasti kami menargetkan hasil kemenangan," kata dia.

Gomez menyadari kemenangan belum bisa menggoyahkan posisi Bali United dari posisi puncak klasemen yang jauh berselisih 10 poin di atas peringkat kedua Madura United.

Namun demikian, Gomez menyebut kemenangan akan menguntungkan tim kebanggaan Samarinda itu ke posisi tiga besar klasemen.

Baca juga: Borneo FC puas tahan imbang Persebaya

Borneo berada pada peringkat ke-4 klasemen dengan 34 poin atau dua poin di bawah peringkat ketiga Persikabo Tira.

"Kami akan berjuang maksimal untuk mendapatkan kemenangan, kami berharap dukungan suporter masyarakat kota Samarinda saat pertandingan," jelas dia.

Pada laga esok itu, Gomez tak bisa menurunkan Mathias Conti dan Abdul Rahman karena cedera.

"Kami sudah menyiapkan sejumlah pemain pengganti, dan perkembangannya akan dilihat pada sesi latihan terakhir," kata dia.

Pemain muda Borneo FC Nurdiansyah berjanji tampil maksimal dan mengantarkan timnya menang.

"Saya akan memaksimalkan kepercayaan pelatih bila diturunkan, semoga saya bisa mencetak gol untuk tim," kata Nurdiansyah.

Baca juga: Pelatih Pikal anggap Persebaya kurang beruntung
 

Pewarta: Arumanto
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar